Menikmati Kelezatan Kalio Jengkol Sambal Teri
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Salah satu menu kuliner khas asal Sumatera khususnya Padang Sumatera Barat diantaranya kalio jengkol.
Menurut Ce Mimin (50) selaku pemilik warung Barokah yang berada di Jalan Lintas Sumatera KM 76 Lampung Selatan salah satu menu favorit pelanggan adalah kalio jengkol.
Kalio jengkol disebutnya memiliki bumbu nyaris sama denga rendang dan juga gulai yang kerap menggunakan daging, udang, hati serta udang. Pemilik warung tersebut mengungkapkan bahan baku jengkol yang banyak terdapat di kaki Gunung Rajabasa.
Tingginya minat akan kalio jengkol membuat ia membeli jengkol yang sudah tua selanjutnya direbus selama satu jam. Dalam sehari ia menghabiskan sekitar 2 hingga 3 kilogram jengkol yang dibeli dengan harga Rp35.000 per kilogram.

“Pembuatan kalio jengkol disesuaikan dengan cita rasa dan selera konsumen di wilayah ini yang menyukai cita rasa manis sehingga kalio jengkol kita sesuaikan dengan selera melalui penambahan unsur gula,” terang Mimin selaku pemilik warung Barokah penyedia menu kalio jengkol saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/5/2018).
Salah satu cara menghilangkan rasa getir dan aroma jengkol ia menyebut menggunakan air kelapa untuk merendam jengkol sebelum diolah. Setelah direndam jengkol satu dibelah dua siap dicampur dengan beragam bumbu hingga menjadi menu yang siap disajikan.
Tambahan daun jeruk juga digunakan untuk menghilangkan bau dan aroma jengkol yang kerap disukai. Empuknya jengkol bahan kalio disebutnya bahkan kerap direndam dengan menggunakan air selama satu hari satu malam.

“Proses awal pembuatan setelah bumbu digiling halus santan dimasukkan dalam wajan hingga mendidih selama seperempat jam,” terang Mimin.
Setelah bumbu santan matang, selanjutnya jengkol dimasukkan dan diaduk aduk hingga santan mengental. Garam dan penyedap rasa, gula satu sendok untuk menambah cita rasa. Proses pengadukan disebut Mimin dilakukan terus menerus agar santan tidak pecah dan menciptakan cita rasa kalio jengkol yang lezat.
Kelezatan cita rasa kalio jengkol disebutnya kerap dipesan pelanggan untu dimakan di warung atau dibawa pulang ke rumah.
Sebagai teman makan kalio jengkol, tambahan sambal teri cabai hijau selalu disertakan. Sambal teri canai hijau disebutnya dibuat dari bahan cabai hijau yang sudah direbus, teri yang digoreng.
Cita rasa teri yang gurih dan asin diakuinya menjadi penambah cita rasa kalio jengkol terutama bagi yang menyukai rasa pedas. Bumbu cabai hijau yang cukup pedas bahkan selalu menjadi teman makan nasi untuk berbagai menu yang disediakan di warung Barokah.
Ida dan Ivan, salah satu pelanggan menu kalio jengkol di warung Barokah menyebut sangat menyukai menu tersebut. Selain aroma yang khas bumbu kalio, cita rasa kalio jengkol buatan Mimin cukup lezat. Aroma jengkol bahkan tidak tercium karena proses perendaman yang cukup lama ditambah penggunaan bumbu yang pas.
“Saya awalnya tidak suka jengkol namun karena diolah dengan cara yang pas akhirnya saya mulai menyukai kalio jengkol ditambah dengan nasi panas,” terang Ida.
Ida bahkan menyebut untuk menikmati kalio jengkol ia tak harus membeli di restoran dengan harga yang mahal. Jika di restoran ia bisa merogoh kocek hingga di atas Rp30.000 per porsi, di warung Barokah dengan konsep serba sepuluh ribu (Serbu) ia cukup membayar seharga Rp10.000.
Pada saat malas memasak ia bahkan membeli sayur kalio jengkol beserta sambal teri cabai hijau untuk makan siang di rumah.