LAMPUNG – Hujan deras yang melanda sebagian wilayah Lampung Selatan mengakibatkan talud di Jalan Lintas Sumatera KM 07 longsor. Lokasi longsor berada di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan.
Mengantisipasi jatuhnya korban pengguna jalan, Polsek Penengahan dan Koramil 03/Penengahan memasang tanda bahaya di sekitar lokasi longsor. Kanit Binmas Polsek Penengahan Aipda Polisi Nurkholis menyebut, tanda yang dipasang bersifat sementara. “Tanda sementara sebelum dilakukan tindakan perbaikan,” ungkapnya, Jumat (25/5/2018).

Kondisi longsor yang berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Bakauheni dan akses gerbang Tol Trans Sumatera Bakauheni Utara tersebut, berpotensi mengalami longsor susulan. Hal itu dikarenakan, lokasi longsor berada di dekat sebuah mata air dan lokasi tersebut tidak memiliki drainase.
Drainase dibutuhkan sebagai saluran pembuangan air dari jalan lintas Sumatera. Area longsor memiliki seluas 6 x 15 meter tersebut merupakan bagian dari bahu jalan nasional yang dibangun dengan sistem rabat beton. “Langkah awal kita lakukan pemberian tanda selanjutnya akan dilaporkan ke pihak terkait untuk segera memperbaiki talud yang longsor yang bisa membahayakan pengguna jalan,” tambah Aipda Nurkholis.
Longsor di lokasi tersebut memiliki kedalaman lima meter. Akibat longsor, di beberapa bagian bangunan talud terlihat mengalami retak. Saat ini bahu jalan di sepanjang lima meter hanya tersisa tanah selebar satu meter. Sisa bahu jalan tersebut berpotensi amblas jika dilintasi kendaraan bertonase berat.
Terkait kerusakan bahu jalan tersebut, Penanggungjawab pengerjaan Jalinsum dari Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kasmir saat dikonfirmasi Cendana News mengaku belum mengetahui kondisi longsor tersebut.
Hanya saja dipastikannya, longsor karena cuaca tersebut akan segera ditangani. Hal itu mempertimbangkan lokasinya sebagai jalan nasional. Kerusakan jalan tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan mendekati angkutan lebaran. “Akan segera ditangani agar longsor tidak melebar dan bisa mengakibatkan terputusnya akses jalan lintas sumatera yang merupakan jalan nasional ini,” terang Kasmir.
Hingga pekan ketiga Mei, perbaikan Jalinsum sepanjang 81 kilometer dari Panjang hingga Bakauheni terus dilakukan. Pekerjaan dilakukan di ruas Kecamatan Katibung, Penengahan, Kalianda dan Bakauheni. Perbaikan dengan proses penambalan di ruas jalan yang berlubang dan bergelombang. Program perbaikan jalan disebutnya dilakukan untuk persiapan kelancaran arus mudik dan balik lebaran 2018/1939 Hijriyah.