Kasus HIV di Sabu Raijua, Meningkat

Ilustrasi. Pertemuan Warga Peduli AIDS (WPA). Foto: Dok. CDN

KEPULAUAN SABU – Komisi Penanggulangan Aids (KPA), Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, menyebutkan angka kasus penyebaran HIV/AIDS di wilayah yang berbatasan dengan Australia itu pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada tahun ini saja jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sabu Raijua sudah tercatat 17 orang penderita, sementara pada tahun 2017 hanya 15 orang,” kata Ketua KPA Sabu Raijua, Jhon Haga di Seba, Minggu.

Menurut dia, kasus baru penderita HIV ditemukan awal tahun 2018 menerpa seorang ibu rumah tangga.

“Ada ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS. KPA sedang melakukan pendampingan dan pengobatan terhadap bersangkutan,” tegas Jhon.

Menurut Jhon 17 penderita HIV/AIDS di kabupaten terluar di NTT itu pada umumnya warga lokal yang sebelumnya tinggal di luar daerah itu karena melakukan penyimpangan sex bebas.

“Pada umumnya penderita mengidap penyakit ini pernah tinggal di luar Sabu, setelah berada di Sabu baru diketahui mengidap HIV/AIDS melalui pemeriksaan darah,” tegasnya.

Ia mengatakan, total jumlah pengidap HIV/AIDS di daerah itu sampai tahun 2018 berjumlah 17 kasus yang mayoritas penderitanya berada pada usia produktif dan ibu rumah tangga.

Mengantisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS itu KPA bersama pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melakukan pembekalan melalui sosialisasi terhadap masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat. (Ant)

Lihat juga...