Inilah Duta Putra-Putri Sawit Indonesia 2018
Editor: Satmoko
JAKARTA – Muhammad Idris Al Fath dari PTP Nusantara IV dan Indira Salsabila Ayuwibowo dari Universitas Gadjah Mada terpilih sebagai Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018. Keduanya berhasil menyisihkan 30 peserta yang mengikuti proses pemilihan.
Pemenang II diraih oleh Joddy Caprinata dari UBS dan Christine Elizabeth dari PT Astra Agro Lestari Tbk. Dan pemenang III, adalah Rachmat Fachnany Siregar dari PTP Nusantara IV dan Fitri Fauziah dari IPB. Dewan Juri juga menetapkan pemenang favorit, Ahmad Wahyudi dari PT Astra Agro Lestari Tbk., dan Farica Yasmin Anjani dari LSPR.
Ketiga pasang Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018 terbaik itu mendapat hadiah uang sebesar Rp.15 juta untuk pemenang I, Rp.10 juta untuk pemenang II, Rp.2,5 juta untuk pemenang III, dan hadiah tambahan lainnya. Sedangkan pemenang favorit mendapat hadiah masing-masing Rp.1 juta.
Proses pemilihan Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018 dilakukan selama dua hari, pada Jumat-Sabtu (4-5/5/2018) di Aula Kantor Direksi PT. PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, diikuti oleh 32 peserta dari PTP Nusantara 3, PTP Nusantara 4, PTP Nusantara 8, PT Astra Agro Lestari Tbk., dan perguruan tinggi di antaranya IPB, ITB, UGM, Universitas Pakuan, STIE Indonesia, London School of Public Relation, UBS, Gici Business School.

Adapun Dewan Juri terdiri delapan orang, yaitu Dr. Gede Wibawa (Direktur Riset dan Pengembangan RPN), Dr. Hasril Hasan Siregar (Direktur PPKS), Dr. Triono Saputro (Direktur Jasa Pengembangan Organisasi, PPM Manajemen), Tofan Mahdi (Vice President of Communication PT ALL Tbk), Qayuum Amri (Pemred Majalah Sawit Indonesia), Rino Afrino (Wakil Sekjen Apkasindo), Darto Wahab (Asdep I Program dan Tata Kelola Kemenko Bidang Perekonomian), dan Widodo (Senior Manager PT Zurich Topas Life).
Ketua Dewan Juri pemilihan Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018, Gede Wibawa, mengatakan dalam proses pemilihan Duta Putra Putri Sawit Indonesia, para peserta menjalani tes tertulis dengan topik terfokus pada pengenalan industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk menilai pengetahuan setiap peserta terhadap industri kelapa sawit dan karakter/kepribadian masing-masing peserta yang dinilai dari kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi dan penampilan.
“Hasil penilaian menghasilkan kelompok yang lolos 20 besar, 10 putra dan 10 putri. Sepuluh pasang putra putri tersebut selanjutnya diminta melakukan public speaking masing-masing menjawab 1 pertanyaan terkait industri kelapa sawit berkelanjutan dengan waktu 1 menit. Selanjutnya terseleksi 6 besar (3 pasang) peserta yang kemudian diseleksi lagi dengan cara menjawab satu pertanyaan dewan juri masing-masing dengan waktu 1 menit,” jelas Gede Wibawa kepada Cendana News, Sabtu malam (5/5/2018).
Gede menyebut pengetahuan dan karakter para peserta Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018 sangat baik dan membanggakan. “Kita bersyukur memiliki generasi muda yang paham akan kekayaan bangsa dan mempunyai pengetahuan bagaimana menjaga dan membelanya jika mendapat hantaman dari luar negeri. Ini menjadi bagian dari peran generasi muda dalam gerakan nasional revolusi mental yang sedang dibangun pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT RPN, Teguh Wahyudi berharap para Duta Putra Putri Sawit Indonesia 2018 ikut mengkampanyekan perkembangan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan dengan bahasa anak muda melalui media sosial, agar mudah dipahami oleh generasi muda nasional maupun internasional.
Sedangkan Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian, Mushalifah Machmud, meminta agar para juara harus ingat peran penting para petani kelapa sawit dalam pengembangan kelapa sawit nasional dan perkembangan pembangunan daerah perdesaan, serta giat menyuarakan sawit Indonesia yang sehat.
Posisi saat ini, Indonesia telah dikenal dunia sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan produksi 37,8 ton CPO dan luasan areaal 14,3 juta hektar, serta penyumbang devisa sebesar 22,87 miliar USD di tahun 2017.
Perjalanan meraih kinerja tersebut bukan berjalan mulus begitu saja, karena banyak tantangan baik dari dalam, apalagi dari luar negeri. Salah satu tantangannya adalah black campaign dengan berbagai dalih mulai dari kesehatan, biodivisitas, devorestasi, dumping harga dan lain lain.
Adapun pemilihan Duta Putra Putri Kelapa Sawit Indonesia 2018 dihelat dalam rangka mengajak generasi muda memahami industri sawit nasional berkelanjutan, dan harapannya kemudian membangkitkan kecintaan mereka terhadap sumberdaya nasional yang demikian strategis.
Acara tersebut bergandengan dengan acara RPN Halal Festival 2018, dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dengan menghadirkan Ustadz Maulana dan Ustadz Zacky Mirza.
Rencananya event pemilihan Duta Putra Putri Kelapa Sawit Indonesia akan diselenggarakan tiap tahun, dengan melibatkan para seluruh stake holders sawit nasional sekaligus mengintensifkan Sawit Goes to Campus, dengan tujuan akhir untuk menguatkan kecintaan generasi muda terhadap aset strategis bangsa.