Harga Beras Jawa di Banjarmasin Turun Rp10.000 per Karung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BANJARMASIN — Jelang Ramadhan, harga kebutuhan pokok jenis beras di Banjarmasin, Kalimantan Selatan masih terpantau stabil. Terkhusus jenis beras jawa harganya mengalami penurunan rata-rata Rp10.000 per Karung.
Dari pantauan di salah satu sentral perdagangan beras di Kota Banjarmasin, seperti Pasar Muara Kelayan, harga beras dari Jawa sudah mengalami penurunan sejak sepekan terakhir.
“Turunnya karena di Jawa saat ini sedang musim panen. Makanya karena stoknya berlimpah di daerah penghasil, harganya pun menjadi turun,” kata salah satu pedagang beras di Pasar Muara Kelayan H Rahman, Rabu (2/4/2018).
Untuk jenis beras Cap Lopo Ijo isi 25 Kg misalnya, dari sebelumnya harganya mencapai Rp295 ribu, kini Rp285 ribu. Begitu juga untuk Cap Melon dari Rp285 ribu menjadi Rp285 ribu.

Sementara pedagang beras lokal di Pasar Lama, H Mukhlis menyebutkan, untuk harga saat ini masih tergolong stabil. Hal tersebut tidak lepas dari masih berlimpahnya pasokan dari daerah penghasil di wilayah Hulu Sungai, Gambut dan Batola.
Disebutkan, untuk beras ganal dibandrol Rp125 ribu perblek, lalu beras Unus sebesar Rp160 ribu perblek, sementara beras Mayang Rp180 ribu perblek dan beras Siam dibandrol Rp135 ribu.
“Walau harganya tidak mengalami kenaikan, pembelinya masih cenderung sepi. Kemungkinan satu minggu jelang Ramadhan kenaikan pembelian akan mulai terasa,” sebutnya.
Terkait wacana pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras lokal selama momen Ramadhan dan Lebaran oleh Pemerintah, H Mukhlis mengaku sulit untuk diberlakukan.
Hal itu mengingat pedagang menjual beras lokal dengan kualitas yang beragam. Jika kualitasnya rendah bisa dijual dengan harga di bawah HET.
“Selain itu kita pun membelinya tidak satu harga, antara petani satu dengan yang lain berbeda harga belinya. Makanya kita biasanya menjualnya harus menyesuaikan dengan harga yang kita beli dari petani,” tukasnya.