Gempa Selat Sunda Tidak Pengaruhi Kunjungan dan Arus Pelayaran
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Guncangan gempa bumi tektonik di Selat Sunda dengan magnitudo 5,4 SR pada Kamis (10/5) sekira pukul 04.25 WIB tidak mempengaruhi tingkat kunjungan di sejumlah pantai di Lampung Selatan serta pelayaran kapal penyeberangan Bakauheni-Merak.
Salah satu destinasi wisata di pantai wartawan, pantai Kunjir dan pantai Way Muli yang berhadapan dengan Selat Sunda bahkan masih ramai dikunjungi wisatawan bertepatan dengan libur Kenaikan Isa Almasih.
Imam, salah satu wisatawan yang berkunjung ke pantai wartawan menyebutkan, meski mendapatkan informasi gempa, tidak menyurutkan niatnya mengajak keluarga berlibur. Ia bahkan menyebut kondisi pantai pada liburan kali ini terlihat ombak cukup tenang.
“Informasi adanya gempa bumi memang saya peroleh, tapi sebagai warga Kalianda saya tidak merasakannya,” terang Imam salah satu warga yang tengah berlibur di pantai wartawan kecamatan Rajabasa, Kamis (10/5/2018).
Imam juga menyebut tidak adanya potensi tsunami pasca gempa bumi tersebut membuat ia dan keluarganya tetap berwisata di pantai.
Hal yang sama terjadi di pantai alau atau resort Kalianda yang menjadi salah satu destinasi wisata bahari. Andre, salah satu pengunjung menyebut kondisi pantai terlihat tenang dan dipergunakan untuk berlibur sejumlah wisatawan.
Selain tidak berdampak pada aktivitas wisatawan di objek wisata pantai, gempa bumi di laut juga tidak mengganggu arus penyeberangan kapal laut di lintas Selat Sunda.
Humas PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul menyebutkan, meski ada informasi gempa bumi, pihaknya memastikan operasional kapal tidak terganggu.
“Informasi gempa terkini memang ada bahkan masih bisa dilihat di layar di tempat pembelian tiket yang selalu diperbarui setiap waktu, namun tidak berdampak pada operasional kapal,”bebernya.
Ia menyebut saat ini jadwal pelayaran kapal pada liburan tanggal merah kenaikan Isa Almasih PT. ASDP menyiagakan sebanyak 28 kapal roll on roll off (Roro).

Arus penyeberangan kendaraan masih didominasi ekspedisi barang untuk kebutuhan Ramadan dan lebaran Idul Fitri dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya.
Sebelumnya berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,4 SR pada Kamis dirasakan warga pesisir pantai Lampung di antaranya wilayah Liwa, Tanggamus, Krui, Bandarlampung, Anyer dan Labuhan tersebar melalui pesan singkat resmi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).
Gempa berlokasi di laut dengan jarak 71 kilometer arah Selatan kota Balingving kabupaten Lampung Barat di koordinat episenter pada 6,54 Lintang Selatan dan 104,75 BT berada pada kedalaman 78 kilometer.
Gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil pemodelan tsunami menunjukan gempa bumi ini tidak berpotensi dan melalui pesan resmi BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenerannya.