Ekspor Indonesia Masih Didominasi Komoditas Primer
Editor: Mahadeva WS
BADUNG – Struktur ekspor non minyak dan gas (Migas) Indonesia masih di dominasi komoditas primer. Hal tersebut menjadikan Indonesia belum bisa menikmati nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam.
Dengan kondisi tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut, ekspor manufaktur Indonesia harus ditingkatkan. “Produk manufaktur harus dapat mendominasi ekspor nonmigas kita,” tandas Mendag dihadapan para aparatur daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan 34 provinsi dalam acara Forum Koordinasi dan Implementasi (FKI) Kebijakan Perdagangan Luar Negeri bertajuk ‘Meningkatkan Ekspor dan Memelihara Neraca Perdagangan, di Badung, Bali, Selasa (8/5/2018).

FKI merupakan pertemuan untuk menjabarkan hasil dari Rapat Kerja Kemendag yang digelar Januari 2018. Dari rapat tersebut ditetapkan target pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 11%. Forum tersebut dilanjutkan dengan Forum Koordinasi Teknis oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN).
Mendag menekankan, Kemendag terus mendorong ekspor produk bernilai tambah melalui kebijakan hilirisasi produk. Hal tersebut merupakan salah satu strategi peningkatan ekspor yang dilakukan kementerian. Selain itu kementerian juga terus mendorong Pemerintah Daerah untuk membantu dan mempersiapkan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melakukan ekspor.
“Kemendag siap membantu UKM yang mau dan siap melakukan ekspor. Selain itu, sesuai dengan amanat Presiden, kita harus mendorong investasi yang berorientasi pada ekspor. Jika ada kendala, kita carikan solusinya. Hal itu juga yang dibahas pada FKI ini,” jelas Enggartiasto.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan, forum koordinasi ini menjadi wadah tindak lanjut dan evaluasi poin–poin penting hasil Rapat Kerja Kemendag pada Januari 2018 lalu. Melalui forum tersebut, Kemendag dan dinas terkait dapat mendiskusikan kembali pelaksanaan program di bidang perdagangan luar negeri yang telah dilakukan.
“Perlu dilakukan evaluasi keselarasan terhadap program yang telah berjalan dan melakukan penyesuaian atau perbaikan dalam implementasinya,” kata pria yang akrab disapa Oke tersebut.