Dua Juta Kartu Tani Terdistribusi di DIY-Jateng

Ilustrasi salah satu petani memanen gabah - Foto: Dok CDN

YOGYAKARTA  – PT Bank Rakyat Indonesia telah mendistribusikan 2.577.812 kartu tani kepada petani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sampai dengan bulan April 2018, total kartu tani yang telah diterima petani di Jawa Tengah dan DIY 2.577.812 kartu tani, kata Direktur Mikro Dan Kecil BRI Priyastomo dalam pers rilis yang diterima di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, sebagai wujud nyata peran Bank BRI dalam mendukung kemajuan pertanian Indonesia, selain menyukseskan Program Sergap (serap gabah petani), Bank BRI terus melakukan pendistribusian kartu tani di wilayah DIY dan Jateng.

Selain dimanfaatkan untuk penebusan pupuk bersubsidi, kata dia, Kartu Tani dimanfaatkan juga sebagai akses pencairan Kredit Usaha Tani (KUR) Bank BRI dalam rangka pembiayaan budidaya padi dan sarana produksi pertanian.

“Juga sebagai sarana pembayaran hasil penjualan gabah melalui kartu tani serta untuk mendukung program Gerakan Nasional Nontunai. Ini sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di kalangan petani,” kata dia.

Sedangkan dalam rangka mendukung pemerintah mengendalikan harga pangan, Bank BRI bekerja sama dengan PT. Pertani (Persero) melakukan serap gabah petani DIY, program itu terakhir dilaksanakan di Desa Kebonagung, Kabupaten Bantul sebanyak 210 ton pada Sabtu (5/5) sore.

“Prioritas serap gabah petani ini adalah pembelian gabah dari petani debitur Kredit Usaha Rakyat BRI (KUR) BRI dan pemegang Kartu tani BRI dengan kerjasama PT. Pertani dan Bulog (Badan Urusan Logistik),” katanya.

Menurut dia, sejak dicanangkan pada 20 Maret 2018, sinergi BRI dengan BUMN Pangan telah menyerap gabah dengan total 639 ton terdiri dari Karanganyar sebanyak 225 ton, Sragen sebanyak 168 ton, Klaten sebanyak 36 ton dan Bantul (DIY) sebanyak 210 Ton.

Ia menambahkan, para petani di wilayah Desa Kebonagung Imogiri Bantul juga telah mendapatkan KUR BRI dengan rata-rata sebesar Rp10,5 juta sampai Rp12,5 juta per hektare untuk membudidayakan tanaman pertanian padi.

“Dan selama petani melakukan budidaya padi akan berkesinambungan dan diharapkan dengan mendapatkan KUR BRI dapat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan petani,” katanya.

Menurut dia, Bank BRI saat ini telah menyalurkan KUR kepada petani padi pemilik Kartu Tani di Wilayah Jawa Tengah dan DIY dengan total plafond sebesar Rp1,6 triliun. (Ant)

Lihat juga...