Distan NTB Ajak Semua Instansi Bersinergi Cegah Inflasi

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pertanian (Distan), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi/ Foto: Turmuzi
MATARAM – Kepala Dinas Pertanian (Distan), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi, mengajak semua dinas dan instansi pemerintahan bisa secara bersama menjaga terjadinya inflasi sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) di NTB, terutama selama Ramadan.
“Tidak bisa berdiri sendiri kami menjaga harga dari inflasi, harus bersinergi, mulai dari Dinas Perindustrian, Dinas perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan beberapa dinas serta instansi lain”, kata Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi, di Mataram, Senin (21/5/2018).
Ia menjelaskan, untuk tingkat hilir misalkan ada Dinas Perinduatrian, masalah tata niaga ada Dinas perdagangan, urusan masalah konsumsi dan distribusi ada Dinas Ketahanan Pangan, semua harus bersinergi, termasuk dalam menjaga inflasi.
Kebutuhan bahan pokok berupa komoditas yang dihasilkan langsung seperti beras, cabai, tomat, bawang merah dan putih, termasuk bapok yang rawan mengalami kenaikan harga, sehingga mengakibatkan inflasi.
“Sekarang harga bawang putih di pasaran masih stabil di kisaran, 40 ribu sampai 50 ribu untuk bawang lokal dan 20 ribu untuk bawang impor”, katanya.
Distan NTB saat ini terus berupaya meningkatkan produksi bawang putih yang sekarang ini masih lesu dan masih impor dari luar, dengan membuat program menghasilkan benih 2.300 hektare.
“Mudah-mudahan bisa terealisasi sehingga 2021 zero impor bawang putih, kalau bawang merah sudah surplus kita”, katanya.
Lihat juga...