BPOM Edukasi Masyarakat Kotim Kenali Produk Berbahaya
Editor: Satmoko
SAMPIT – Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya, Kalteng, mengajak masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, lebih mengenali produk makanan dan obat-obatan yang bisa membahayakan kesehatan.
“Kami terus berupaya mengefektifkan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang tidak sesuai ketentuan dan membahayakan kesehatan,” kata Kepala Balai POM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati di Sampit, Sabtu.
Balai POM Palangka Raya menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi obat dan makanan. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sampit itu dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan.
Turut hadir Wakil Bupati HM Taufiq Mukri, anggota Komisi IX DPR RI Hang Ali Saputra Syahpahan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Syahrudin Durasid dan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu. Acara ini diisi penyuluhan tentang obat dan makanan, kesehatan serta bahaya narkoba.
Trikoranti mengatakan, kegiatan itu merupakan upaya pengawasan obat dan makanan dengan lebih dulu menarget sektor hulu. Yakni, dengan memberi edukasi kepada masyarakat tentang produk makanan dan obat berbahaya sehingga masyarakat bisa lebih waspada.
Pengawasan obat dan makanan juga melibatkan lintas sektor, termasuk tokoh masyarakat. Sasaran pengawasan yaitu produsen, distributor obat dan makanan serta masyarakat selaku konsumen.
“Tahun 2018 ini kami akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan ini beberapa kali dengan total peserta 3.000 orang. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk meneliti makanan dan obat yang membahayakan kesehatan,” harap Trikoranti.
Wakil Bupati HM Taufiq Mukri mendukung kegiatan tersebut karena dinilai penting untuk menyelamatkan masyarakat dari produk berbahaya. Kegiatan itu menjadi gambaran keseriusan dan komitmen BPOM dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan derajat kesehatan bangsa.
“Dalam pengawasan, BPOM perlu melibatkan lintas sektor agar kegiatan lebih efektif. Kami meminta satuan organisasi perangkat daerah juga berkoordinasi agar optimal dalam pengawasan obat dan makanan,” ujar Taufiq.
Kegiatan itu disambut antusias masyarakat yang memadati gedung tempat acara berlangsung. Acara makin meriah karena panitia menyelinginya dengan hiburan dan pembagian hadiah. (Ant)