Warga Ledoksari Tangkap 7 Ular Piton dalam Dua Pekan
Editor: Irvan Syafari
SOLO — Kejadian cukup aneh terjadi di Kampung Ledoksari, Desa Karanggeneng, Boyolali, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, selama sepekan ini, warga dikagetkan dengan banyaknya ular piton yang masuk dipermukiman warga.
Setidaknya dalam dua pekan terakir 7 ekor ular piton dengan berbagai ukuran berhasil ditangkap oleh warga. Panjang ular piton yang ditangkap itu berkisar 1,5 meter hingga 3 meter. Banyaknya ular piton yang muncul di perkampungan Ledoksari ini membuat warga khawatir.
“Banyaknya ditemukan ular piton ini membuat warga was-was. Ada yang takut dan khawatir hewan peliharaannya jadi makanan ular piton,” ucap Poninem warga Ledoksari, Kamis (26/4/2018).
Oleh warga, ketujuh ular piton itu saat ini dipelihara dan ditempatkan di kandang khusus yang dibuat dari hasil swadaya masyarakat. Untuk mengantisipasi hal–hal yang tidak diinginkan, setiap malam warga melakukan jaga bergiliran untuk ronda keliling kampung.
“Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi muncul ular, kasian teman-teman tiap malam masih jaga keliling. Kalau tidak ada ronda, bikin resah karena ada ayam ada kambing takutnya kalau ularnya besar bisa dimakan,” lanjut dia.
Ketua RW 09 Desa Ledoksari Sarjono menambahkan, adanya 7 ular piton yang berhasil ditangkap oleh warga ini justru dimanfaatkan untuk menambah daya tarik warga. Namun, dirinya justru khawatir, jika ular piton yang ditangkap bertambah banyak, karena membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk membeli pakan.
“Rencananya akan dipelihara di taman kampung untuk menambah daya tarik masyarakat. Tapi kalau banyak, kita juga kerepotan meliharanya,” urai Sarjono.
Tujuh ekor ular piton dengan beragam ukuran ini diperkirakan muncul dari Kali Gede yang tidak jauh dari pemukiman warga. Munculnya ular-ular itu juga ditengarai untuk mencari mangsa.
“Warga menyakini masih ada indukan ular piton dengan ukuran lebih besar yang belum tertangkap. Karena tiga hari lalu warga selalu melihat ular piton ukuran kecil tapi tidak ditangkap,” tandasnya.