Tollywood Bergeliat Hadang Perdagangan Manusia
MUMBAI – Industri film Telugu, yang di India Selatan dikenal sebagai Tollywood, membuat enam film pendek dengan tema melawan perdagangan manusia. Hal itu untuk menjebak aktris aspiratif di rumah bordil.
Tollywood menghasilkan lebih banyak film ketimbang rekannya, yang populer di seluruh dunia, Bollywood. Tollywood memiliki pengaruh besar di negara bagian Telangana dan Andhra Pradesh, yang berbahasa Telugu.
Enam film tersebut berupa drama yang mengangkat cerita upaya mencegah pria muda membeli seks. Filmnya dibuat oleh beberapa rumah produksi Tollywood terbesar, sebagai bagian dari prakarsa badan amal melawan perdagangan manusia Prajwala dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Hyderabad.
“Hampir 30 persen dari anak-anak perempuan, yang diperdagangkan, dibujuk dengan kesempatan menjadi model atau berperan dalam film. Masuk ke dalam Tollywood itu penting. Mereka adalah pembuat opini,” kata Sunitha Krishnan, pendiri Prajwala, Senin (9/4/2018) di konferensi anti-perdagangan manusia di tempat keenam film tersebut diputar.
Prajwala memperkirakan, 200 ribu wanita dan anak-anak perempuan di India dipaksa terjun ke dalam prostitusi setiap tahun lewat ancaman dan paksaan. Dari sekira 20 juta pekerja seks komersial di India, 16 juta diantaranya wanita dan anak perempuan adalah korban perdagangan seks.
Negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana adalah negara bagian sumber utama bagi anak-anak perempuan yang diperdagangkan ke beberapa bagian negara. Daerah seperti Maharashtra, Delhi dan Goa dari beberapa kajian menjadi tujuan utamanya praktik perdagangan tersebut.
Pemimpin produser Jaringan Televisi Eenadu dari Grup Ramoji, Pawan Kumar Manvi mengatakan, industri film adalah penyumbang utama perdagangan manusia. “Industri itu sendiri tidak menyadarinya, tetapi industri tersebut harus dibuat untuk merasa bersalah tentang perannya,” kata konglomerat media setempat yang membuat tiga dari enam film tersebut.
Menurut Manvi, sekarang ini industri film setidaknya telah maju. Beberapa rumah produksi telah menghasilkan pengumuman layanan publik. “Perlahan-lahan, industri ini memahami perannya,” tambahnya.
Film tersebut akan diputar di bioskop dan di saluran televisi dalam waktu sekitar satu bulan. “Memiliki dukungan dari kelompok ini membuat kami menjangkau ratusan juta orang di wilayah ini, terutama untuk pria dan anak-anak laki-laki- dengan pesan tajam kami mengenai perdagangan seks,” kata Konsul Jenderal Amerika Serikat di Hyderabad Katherine Hadda. (Ant)