Surya Saputra Gemar Baca Komik Sejak Kecil

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Aktor senior Surya Saputra ternyata tak hanya piawai berakting. Aktor senior tersebut juga begitu fasihnya menyebut komik-komik yang menjadi kegemaran sewaktu kecil dulu. Tak hanya komik dalam negeri, komik karya luar negeripun lahap dibacanya.

Kini kegemaran pada komik ditularkan pada anaknya. Keberadan komik diharapkannya mampu menginspirasi, mengiringi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sampai dewasa kelak menjadi pribadi-pribadi yang baik.

“Dulu saya senang sekali membaca komik mulai dari Gundala Putra Petir, Panji Tengkorak, Si Buta dari Gua Hantu, dan masih banyak lainnya, “ kata Surya Saputra kepada Cendana News di pameran Gudang Garam Indonesia Art Award 2018, Selasa (3/4/2018).

Lelaki kelahiran Jakarta, 5 Juli 1975 itu juga menyebut majalah anak-anak jaman dulu yang menjadi kegemaran seperti majalah Si Kuncung. “Majalah Si Kuncung sungguh sangat bersejarah yang bagi saya sangat luar biasa karena masih memberikan kesan yang begitu kuat dan sangat inspiratif sekali bagi banyak orang di generasi tertentu hingga saat ini, “ ungkapnya.

Dari komik dalam negeri, Surya kemudian merambah komik produksi luar negeri, yakni komik-komik yang diproduksi DC Comics. Sebuah perusahaan komik yang terbesar di Amerika. “Kita semua tentu tahu DC Comics menerbitkan banyak komik superhero, seperti di antaranya Superman, Batman, Spiderman, Wonder Woman, Flash, Captain Amerika, dan masih banyak lainnya,“ sebutnya.

Komik dalam negeri yang mejadi kegemaran Surya adalah komik wayang RA Kosasih. Diantaranya Mahabharata, Bharatayudha, Ramayana. Komik bagi Surya Saputra menjadi media yang mengenalkan dirinya pada budaya, sejarah, dan mengenalkan sifat-sifat kepahlawan. “Memang komik itu visual tapi tetap ada pesan moral yang bisa kita tangkap,“ ujarnya.

Serial Kho Ping Kho juga sempat digemari, tetapi karena komiknya banyak dan berjilid-jilid dan bisa menyita banyak waktu bagi orang yang sudah keranjingan membaca akhirnya ditinggalkan. “Kho Ping Kho itu penulis cerita silat kita yang sangat populer, khususnya yang bertemakan Tionghoa,“ ujarnya.

Karena kesibukan sebagai aktor begitu sangat padat yang membuat Surya sekarang sudah tidak sempat lagi membaca komik. Tetapi kegemarannya membaca komik sekarang ditularkan pada anak-anaknya. “Saya sering beli komik untuk anak-anak, karena anak-anak kan senang komik ada gambar dan ceritanya. Ada informasi edukatif yang membuat anak tertarik,“ tegasnya.

Harapan Surya komik tetap ada dan terus berkembang hingga sampai anak cucu kelak. “Komik juga bisa lahir dari keprihatinan dan bisa menyuarakan suara yang tertindas dari situ muncul kebebasan berkreasi dengan karya-karya komik sampai sekarang ini, “ pungkasnya.

Lihat juga...