Sandiaga Dampingi Wapres Tinjau Tiga Venue Asian Games

Editor: Irvan Syafari

JAKARTA —- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono melakukan peninjauan langsung Venue Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk yaitu Jakarta Internasional Velodrome Rawamangun.

Menurut Sandi saat ini kondisi venue sudah mencapai 95 persen penyelesaiannyan. Dia yakin akan tepat sesuai rencananya sebelum dimulainya Asian Games 2018 mendatang.

“Saya bergabung di Velodrome dan lapangan Baseball. Velodrome progresnya sudah 95 persen, no issues(tidak ada masalah). Insha Allah kita tepat sesuai rencana, malah kita ahead of schedule di Velodrome dan saya ucapkan terima kasih,” ucap Sandiaga usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2018).

Dia menyampaikan, apa yang baru saja dia lihat bersama orang nomor dua di Republik Indonesia yakni melihat lapangan baseball di mana intruksinya baru turun pada awal tahun ini. Dia yakin penyelesaiannya akan tepat waktu dan bisa selesai pada Juni 2018 mendatang.

“Kita lihat lapangan baseball yang baru turun instruksinya awal tahun ini. Tapi kita kejar. Insha Allah juga akan tepat waktu. Kita harapkan juga baseball bisa selesai bulan Juni,” katanya.

Selain itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi mengatakan, Velodrome telah mencapai progres 86,9 persen dan akan diselesaikan pada Juni 2018.

“Kota Jakarta sebentar lagi akan memiliki Velodrome berstandar Internasional dan termegah di Asean. Velodrome ini merupakan kebanggaan kita bersama” kata Satya dilokasi yang sama.

Velodrome Rawamangun ini dibuat banyak fungsi dengan beberapa venue olahraga lainnya. Velodrome di desain tidak hanya dapat digunakan untuk menggelar pertandingan balap sepeda saja, tetapi juga dirancang khusus sebagai arena futsal, bulu tangkis serta cabang olahraga lainnya pada bagian tengah perlintasan sepeda.

Menurutnya, dengan desain berstandar internasional, proyek ini tetap menonjolkan filosofi budaya asli Indonesia berupa ukiran Betawi.

Kemudian Sandiaga juga menyambangi venue cabang olaharaga Jetski dan Sailing atau berlayar yang ada di kawasan Ancol Jakarta Utara. Menurutnya, menurutnya akan menjadi venue terbaik di dunia karena, Jetski yang lain semuanya adalah portable dan moveable.

“Setelah itu kita ke (venue) jetski. Di jetski itu kita lihat (bahwa) ini akan menjadi venue terbaik di dunia. Karena jetski yang lain itu semuanya adalah portable, semuanya moveable. Tapi di sini, di wilayah Ancol, jetski yang diharapkan juga akan mendapatkan medali emas, kita berhasil mendirikan stadion, yang Insha Allah menjadi yang terbaik di dunia, bukan hanya Asia. Kita apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja keras untuk jetski,” jelasnya.

Kemudian, mantan pengusaha ini meninjau venue layar yang diimpikan dari teman-teman Porlasi. Venue ini kata Sandi, akan menyatu dengan kegiatan aktivitas di pesisir bersama teman-teman Porlasi dan Pemprov DKI.

“Sekarang ini kita ada di (venue) layar ini kita pastikan juga ini merupakan mimpi dari teman-teman Porlasi. Jadi kita akan pastikan venue merupakan salah satu yang terbaik. Venue-nya ada yang floating dan kita harapkan ini akan menyatu dengan aktivitas di pesisir di sini dengan koordinasi bersama teman-teman Porlasi dan juga Pemprov DKI. Karena di sebelah sini, rencananya juga lahan DKI ini kita akan fungsikan dengan masyarakat,” ujarnya.

Semakin mendekati waktu penyelenggaraannya yang jatuh pada Agustus mendatang, Pemprov DKI semakin gencar menyiapkan sarana prasarana yang sesuai dengan standarnya. Beberapa persiapan dilakukan semaksimal mungkin oleh Pemerintah demi menunjang kompetisi se-Asia itu.

“Kami optimis saja. Bahwa bangsa kita terkenal. Semakin di pressure waktunya, semakin semangat adrenalinnya tinggi.  Seperti cerita Bandung-Bondowoso begitu. DKI dikasih intruksi awal tahun harus jadi begitu pokoknya. Tidak mau tahu, pokoknya harus jadi,” papar dia.

Kalau perlu ucap Sandiaga, jumlah orang yang bekerja ditambah. Tentunya juga mengutamakan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja.

“Kalau perlu 3 shift dalam 24 jam,” pungkasnya,

Lihat juga...