Pulau Konga Belum Dikelola sebagai Aset Wisata
Editor: Satmoko
LARANTUKA – Pulau Konga yang berada di depan desa Konga kecamatan Titehena kabupaten Flores Timur dengan luas sekitar 10.000 meter persegi dan berjarak sekitar 500 meter dari pesisir pantai desa Konga terbilang menarik dan unik.
Namun pulau ini belum dimanfaatkan untuk dijadikan obyek wisata dan hanya dipergunakan sebagai tempat budidaya mutiara oleh perusahaan Jepang. Memanfaatkan lahan daratan dan laut di pesisir timur pulau Konga yang membuat masyarakat sekitar pun dilarang melintasi areal laut di pesisir timur pulau ini.
“Harusnya pemerintah menjadikan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata dengan menyediakan sampan atau perahu bagi pengunjung yang hendak bertamasya ke pulau itu. Air lautnya juga tenang dan pemandangan teluk Lewolaga di sebelah timurnya pun sangat indah,” sebut Simon Welan, Minggu (8/4/2018).
Salah seorang warga Flores Timur ini kepada Cendana News berharap agar pemerintah memanfaatkan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata yang bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah. Bisa juga diberikan hak kelola kepada pihak swasta tetapi masyarakat sekitar harus mendapat manfaat.

“Saat Paskah atau Semana Santa banyak wisatawan yang berwisata rohani ke Larantuka mengikuti ritual Semana Santa dan prosesi. Bila pulau Konga dipercantik dan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata, tentu banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini,” tuturnya.
Simon Lamakadu salah seorang warga asal Flores Timur yang berdomisili di Jakarta yang pernah mengunjungi pulau Konga mengatakan, bila pulau Konga disulap menjadi salah satu tempat wisata tentunya akan sangat menarik dan bisa menjadi salah satu ikon wisata di Flotim.
“Bisa juga dijadikan tempat untuk olahraga paralayang dan juga dijadikan sebagai salah satu tempat bersantai. Pemerintah bisa membangun pondok-pondok di pulau ini sebagai tempat beristirahat bagi wisatawan,” tuturnya.
Tetapi pesisir pantainya belum tertata baik meski dipenuhi hutan bakau. Dasar laut di bagian pesisir, kata Simon, banyak dipenuhi sampah khususnya sampah-sampah plastik. Namun hanya beberapa spot saja sehingga bila dibersihkan bisa juga dijadikan sebagai salah satu obyek wisata diving yang unik.
“Pulaunya sangat indah, namun perlu dilakukan penataan bila akan dijadikan sebagai tempat wisata. Sayang bila hanya dibiarkan saja meski banyak orang yang tertarik mengunjungi pulau ini, namun tidak ada akses ke tempat ini,” terangnya.