PSMP Waspadai Agresivitas PSIM Yogya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — PS Mojokerto Putra (PSMP) bakal menghadapi PSIM Yogyakarta pada lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2018, Selasa (1/5/2018) sore di Stadion Sultan Agung, Bantul.

PSMP yang baru saja menelan kekalahan dari PSS Sleman mewaspadai agresivitas tuan rumah.

PSMP tak ingin gegabah dan memilih waspada agar tidak kembali menelan kekalahan seperti saat mereka menantang Super Elang Jawa, julukan PSS. Apalagi, PSIM dikenal cukup agresif saat bermain di depan pendukung sendiri. PSIM juga butuh poin setelah menelan kekalahan pada laga tandang pertamanya.

“Lawan PSIM kami sudah siapkan taktik dan strategi. Intinya kami tak mau gagal untuk kedua kalinya. PSIM biasa main agresif di kandang, kami akan redam itu,” kata pelatih PS Mojokerto Putra Jamal Yastro saat jumpa pers jelang pertandingan di Wisma PSIM, Baciro, Yoyakarta, Senin (30/4/2018).

Setelah kalah dari PSS pekan lalu, Jamal tidak membawa pasukannya pulang kembali ke Mojokerto. Laskar Majapahit tetap tinggal di Yogya guna menyongsong laga kontra PSIM.

“Sepekan terakhir kami fokus melakukan pembenahan terutama konsentrasi pemain selama 2×45 menit yang sering hilang terutama di menit-menit terakhir,” ungkapnya.

Menghadapi PSIM, yang tak kalah penting diakui Jamal adalah kondisi tidak kondusifnya tim lawan. Pengurangan poin minus sembilan yang dialami PSIM akan dimanfaatkan betul Jamal dan anak asuhnya. Meski diakuinya pula bahwa motivasi berlipat dari tuan rumah untuk bangkit juga akan diwaspadainya.

“Dalam persaingan di klasemen dengan pengurangan poin yang dialami PSIM tentunya menguntungkan kami tapi dalam pertandingan nanti kondisinya berbeda. Mereka bisa jadi lebih bersemangat dan itu yang harus diwaspadai, ini yang harus kami redam,” papar dia.

“Saya baru bergabung tadi malam dan baru memimpin latihan pagi tadi. Ini laga home pertama bagi kami di musim ini. Ada kondisi tidak enak di tim memang itu adanya, tapi saya minta anak-anak untuk tidak mempedulikan dan tetap akan bermain menyerang,” tandas Bona.

Bona Simanjuntak yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala PSIM Yogya mengungkapkan, timnya bakal fight demi mengamankan tiga poin. Hasil maksimal, kata dia, wajib didapat agar Laskar Mataram segera bisa mengejar ketinggalan setelah adanya sanksi pengurangan sembilan poin.

Lihat juga...