Petani Lebak Kembali Tanam Padi Serentak

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

LEBAK – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kembali menanam padi secara serentak sehubungan curah hujan yang cenderung meningkat.

“Kami dan petani di sini sudah kembali menanam padi,” kata Ketua Kelompok Tani (Koptan) Suka Bunga Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhyana, di Lebak, Sabtu.

Penanaman padi serentak secara serentak karena curah hujan selama dua pekan terakhir cenderung meningkat.

Sebagian besar petani di wilayahnya sudah kembali menanam padi antara usia tanam dua sampai tujuh hari.

Mereka petani di sini lebih memilih tanam serentak karena sangat menguntungkan dibandingkan tanam per titik.

Keunggulan tanam serentak di antaranya panen bersamaan pada bulan Juli jika tanam April 2018.

Selain itu juga tahan terhadap serangan hama maupun organisme penganggu tanaman (OPT).

“Kami sudah membudaya gerakan percepatan tanam dilakukan serentak,” katanya.

Menurut dia, gerakan percepatan tanam serentak di wilayahnya hanya dilakukan saat curah hujan tinggi.

Sebab, kebanyakan areal persawahan di wilayahnya itu merupakan sawah tadah hujan.

Mereka petani membiarkan areal persawahan jika musim kemarau akibat tidak memiliki jaringan infrastuktur irigasi.

“Kami sejak turun-temurun tanam padi saat musim penghujan dan setiap tahun hanya dua kali masa panen,” katanya menjelaskan.

Ujang (55) seorang petani Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengatakan apabila petani tanam padi pada April 2018 maka bisa dipanen sekitar Juli mendatang.

Sebab, umumnya petani di sini menggunakan benih unggul dengan masa panen usia 110 hari.

Mereka petani menanam benih padi unggul Ciherang, Infari, dan Mikongga karena mutunya cukup bagus juga memiliki nilai jual tinggi.

“Kami tanam padi jenis varietas Ciherang karena produktivitasnya cukup bagus hingga mencapai 8,0 ton gabah kering pungut per hektare,” katanya.

Maman (50), petani Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku sudah sepekan terakhir menanam padi karena setiap hari dilanda hujan hingga persawahan teraliri air.

Areal persawahan di Blok Lembur Sawah, Desa Nameng merupakan sawah tadah hujan karena belum memiliki pengairan.

“Kami menanam padi saat musim hujan saja. Pada musim kemarau, persawahan dibiarkan begitu saja,” ujarnya lagi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna menginstruksikan petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL), gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Koptan) agar melakukan gerakan tanam padi serentak.

Saat ini memasuki musim penghujan, sehingga petani dapat melaksanakan gerakan tanam untuk meningkatkan produksi pangan.

Penanaman serentak dapat menghindari serangan hama dan penyakit juga musim panenan padi bersamaan.

“Kami menargetkan angka tanam Januari-April 2018 sekitar 45.000 hektare,” katanya. (Ant)

Lihat juga...