Perbaikan Fasilitas Dua Dermaga, tak Hambat Operasional Kapal
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Proses penutupan dermaga VI oleh PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni untuk proses perbaikan dimulai sejak pukul 08.00 Sabtu pagi (28/4) dan dijadwalkan selesai pada pukul 17.00.
Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono menyebut perbaikan dilakukan pada fasilitas movable bridge (MB) dengan penggantian plat landasan rampdoor (akses kendaraan ke kapal) dermaga VI.
Perbaikan fasilitas dermaga VI tersebut diungkapkan Sugeng Purwono harus dilakukan karena beberapa meter plat baja landasan terkelupas akibat aktivitas bongkar muat kapal.
Terkelupasnya landasan rampdoor disebutnya disebabkan oleh pergerakan ramdoor kapal roll on roll off (Roro) yang bersandar di dermaga VI. Penutupan dermaga VI dilakukan selama satu hari sehingga tidak mengganggu operasional kapal roll on roll off (Roro) dan distribusi barang.

Perbaikan fasilitas plat landasan MB dermaga VI diakui Sugeng Purwono sesuai dengan PM.154 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat.
Selain itu merujuk pada SK Ka KOPP Merak Nomor: SK.23/OPP-Merak/2016 Tentang Pelaksanaan Pengaturan, Pengendalian dan Pengawasan Kegiatan Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan serta Pengawasan Kegiatan Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan di Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni pada pasal 3 (1) huruf d. Juga untuk meningkatkan fasilitas pelabuhan akan dilakukan perawatan dan perbaikan fasilitas.
Fasilitas rampdoor dermaga VI disebut Sugeng Purwono memiliki panjang 16 meter dan lebar 10 meter. Pengerjaan disebutnya dipilih pada akhir pekan karena arus lalu lintas kendaraan dalam kondisi sepi (low season) dari arah Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa.
Perbaikan diakuinya tidak akan mempengaruhi jasa penyeberangan karena dermaga I, II, III dan VII masih dioperasikan. Selain fasilitas dermaga VI perbaikan menyeluruh disebutnya dilakukan pada dermaga V pelabuhan Bakauheni.

Fasilitas movable bridge telah diselesaikan pada pemasangan landasan dengan menghabiskan sekitar 600 baut, pengelasan dan menunggu proses penyelesaian akhir berupa pengecatan.
Proses konstruksi yang tengah dikerjakan oleh pekerja disebut Sugeng Purwono berupa mooring dolphin yang digunakan untuk menambat tali kapal. Perbaikan juga tengah dikerjakan pada fender (penahan benturan kapal), side ramp (akses jalan kendaraan menuju ke kapal), cat walk (jembatan petugas penambat tali kapal) serta sejumlah fasilitas di dermaga V pelabuhan Bakauheni.
Perbaikan sejumlah fasilitas di dermaga V tersebut diakui Sugeng Purwono dipastikan selesai sebelum bulan puasa Ramadan.
“Perbaikan sengaja dilakukan saat arus distribusi barang belum meningkat, diprediksi selesai saat Ramadan dimana arus distribusi barang meningkat dengan fasilitas sudah memadai,” papar Sugeng Purwono.
Selain perbaikan fasilitas di dermaga V dan V untuk kelancaran arus penyeberangan, Sugeng Purwono juga menyebut perbaikan dilakukan pada fender nomer 10 dermaga II Pelabuhan Bakauheni.

Mantan manajer operasional PT. ASDP Ketapang Banyuwangi tersebut menyebut dua pekan jelang Ramadan angkutan distribusi barang masih terpantau normal. Sepanjang bulan April sesuai data angkutan penumpang, kendaraan dan barang tercatat belum mengalami kenaikan. Dari data hingga Sabtu (28/4) tercatat sebanyak 511.044 penumpang pejalan kaki menyeberang dari Bakauheni menuju ke Merak.
Produksi angkutan kendaraan roda dua tercatat sebanyak 19.887 unit, kendaraan barang mencapai 111.418 unit kendaraan. Jumlah kendaraan barang disebutnya diprediksi akan meningkat pada pertengahan Ramadan bulan Mei mendatang seiring jumlah permintaan barang konsumsi di Pulau Jawa dari Sumatera.
Belum banyaknya kendaraan barang yang menyeberang disebut Sugeng Purwono bahkan menyesuaikan tingkat permintaan pasar di Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.
Pantauan Cendana News selama perbaikan dua dermaga, jumlah kapal roro yang dioperasikan dari semula 30 unit hanya dioperasikan sebanyak 24 unit kapal. Sebanyak 24 kapal tersebut disebutnya beroperasi di dermaga I, II, III, dan dermaga VII.
Sebagian kapal yang tidak beroperasi melakukan proses anchor (istirahat) menunggu jadwal diantaranya KMP Batu Mandi, KMP Caitlyn, KMP Elysia, KMP ALS Elvina, KMP Farina Nusantara, dan KMP Baruna 1.