Perancang Busana di Indonesia Fashion Week 2018 Bakal Dipersoalkan
Editor: Satmoko
PADANG – Busana yang diperagakan oleh Sophia Latjuba pada Indonesia Fashion Week 2018 yang menyerupai sunting pakaian perempuan Minang dikritisi oleh pihak komunitas Bundo Kanduang di Sumatera Barat.
Pihak yang mengkritisi itu, diwakili Ketua Penasehat Bundo Kanduang, Sumatera Barat, Nevi. Ia mengatakan sangat menyayangkan rancangan busana dari perancang terkenal Indonesia yang ditampilkan pada Indonesia Fashion Week di Jakarta.
“Selaku perempuan Minang dan Bundo Kanduang saya sangat prihatin adanya busana kreasi pengantin modern itu,” katanya, ketika dihubungi Sabtu (7/4/2018).
Ia menilai, pakaian tradisi Minang tidak boleh dicampur atau dikreasikan dengan bentuk apa pun. Sebab, setiap busana dari Minang telah berlandaskan pada filosofi.
Pihaknya, berencana akan melakukan somasi kepada desainer bersangkutan. Dalam surat itu akan menjelaskan bahwa pakaian tradisi perempuan Minang mesti sesuai dengan filosofi dan budaya yang ada di Minangkabau.
“Jadi, rencana somasi yang akan kita layangkan tersebut akan ditandatangani oleh perwakilan Bundo Kanduang di daerah juga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Taufik Efendi juga menyatakan, meminta kepada perancang busana jika ingin mengkreasikan busana Minang dengan versi modern, agar tidak menghilangkan keaslian baik itu pakaian maupun pernak-perniknya.
Apalagi, saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah gencar melestarikan pakaian tradisi perempuan Minang. Pasalnya, pakaian tersebut telah melalui proses panjang sejak ratusan tahun yang lalu hingga menjadi pakaian yang dipakai oleh perempuan Minang sekarang.
“Saat ini telah ada yang didokumentasikan lebih kurang 200 pakaian tradisi Minang. Serta yang telah terdata sekitar 400 pakaian tradisi minang,” tegasnya.