Pengemudi Ojek Daring Padang Nyatakan Anti “Hoax”

Editor: Irvan Syafari

PADANG — Ratusan pengemudi (driver) daring (online) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Driver Online Padang (FKDOP), Sumatera Barat, kali ini, menyerbu Auditorium Gubernuran. Namun, bukan melakukan aksi demo. Tetapi, para pengemudi daring ini melakukan Deklarasi Anti Hoax dan Penyuluhan Tentang Narkoba bersama Polda Sumbar dan Pemerintah Daerah.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengapresiasi Direktorat Intelkam Polda Sumbar yang mengandeng pengemudi ojek daring di Padang untuk menunjukan kepedulian akan bahaya berita Hoax. Serta, bahaya narkoba.

“Jadi ini bentuk kepedulian para pengemudi ojek daring untuk berdampingan dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi bahaya berita hoax dan narkoba di Sumbar,” katanya, Kamis (5/4/2018).

Disebutkannya, pengemudi ojek daring yang setiap hari bergelut dengan internet karena kebutuhan pekerjaannya sangat rentan terpengaruh dengan pemberitaan dan informasi hoax, yang setiap detik berseliweran di media sosial. Untuk itu, adanya deklarasi hoax ini dapat membantu para driver agar tidak terpengaruh dengan pemberitaan dan informasi hoax.

“Kita harap deklarasi ini dapat menjadi cara mengantisipasi pemberitaan dan informasi hoax yang saat ini berseliweran di media sosial,” katanya.

Menurut Nasrul, selain deklarasi anti hoax, juga ada penyuluhan tentang narkoba kepada para pengemudi ojek daring yang diberikan pihak kepolisian. Apalagi, mereka ini bekerja di sektor jasa yang mengangkut penumpang. Oleh karena itu, adanya penyuluhan ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang bahaya narkoba.

“Untuk itu, adanya penyuluhan tentang narkoba ini. Dapat memberikan pengetahuan dan infomasi bagi pengemudi daring yang bekerja di sektor jasa. Yang mana mengangkut penumpang untuk menjauhi narkoba. Karena, keselamatan itu tidak hanya untuk pengemudi saja. Namun juga penumpangnya. Maka jauhi narkoba,” tegasnya.

Ia berharap, pengetahuan tentang bahaya pemberitaan hoax dan narkoba yang diberikan jajaran kepolisian kepada ratusan pengemudi daring ini menjadi hal yang positif. Sehingga, generasi muda Sumbar akan terjauh dari segala pemberitaan hoax dan juga narkoba.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Hendri Tulang menyebutkan peserta yang hadir dalam kesempatan ini kurang lebih 800 orang yang terdiri dari 35 komunitas di Padang. Yang mana, terdiri dari pengemudi ojek daring, baik itu Go-Jek maupun Grab.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang pengemudi ojek daring Riki menyebutkan, selama ini mereka memang tidak terlalu memahami bagaimana cara menyaring informasi agar tidak tertipu pemberitaan dan informasi hoax.

“Jadi dengan adanya hal ini tentunya kita bisa menyaring informasi yang diterima, supaya tidak terjebak dalam sebuah informasi hoax,” tegasnya.

Lihat juga...