Pemkot Malang Pentaskan Klilip Kanjuruhan
Editor: Mahadeva WS
MALANG — Pemerintah Kota Malang menggelar pertunjukan Pagelaran Seni Klilip Kanjuruan, Sabtu (7/4/2018). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke 104 Pemerintah Kota Malang.
Pagelaran seni tersebut mewujudkan upaya untuk melestarikan sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Malang. “Jika mau melihat sejarahnya, wilayah Malang dahulunya adalah merupakan sebuah kerajaan tertua di Malang yakni kerajaan Kanjuruhan dengan rajanya yang terkenal adalah Gajayana, malam ini di pentaskan oleh Sanggar seni Sardulo Djojo,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, saat membuka pagelaran seni di Jalan Simpang Balapan, Sabtu (7/4/2018).
Ida menyampaikan bahwasannya negara akan selalu hadir di dalam kemajuan kebudayaan nasional Indonesia. Kekayaan kebudayaan seperti yang ditunjukan di kota Malang tersebut merupakan aset bangsa yang sangat luar biasa. Keberadaannya mampu mencerminkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai budaya luhur.
“Oleh karenanya, kita memiliki kewajiban menjaganya karena seperti apa yang disampaikan oleh pendahulu kita bahwa ajining bangsa ono ing budoyo yang berarti harga diri dan identitas sebuah bangsa terdapat pada kebudayaannya,” tambahnya.
Undang-undang kebudayaan sudah di resmi diundangkan, sehingga tidak lama lagi kota Malang akan ikut serta di dalamnya untuk membuat strategi kebudayaan. Permasalahan-permasalahan kebudayaan yang ada di kota Malang akan diangkat agar bisa mewarnai strategi kebudayaan nasional.
Di hari jadi kota Malang kali ini ada banyak kegiatan budaya yang digelar. Diharapkan hal tersebut dapat mendorong peran serta pelaku kesenian dalam peningkatan produktivitasnya.