Peduli Hutan, Kodim Lombok Barat Laksanakan Penghijauan
Editor: Irvan Syafari
LOMBOK BARAT — Aksi perambahan dan pembalakan liar kawasan hutan setidaknya telah mengakibatkan sebagian besar kawasan hutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kerusakan.
Hal tersebut disampaikan Dandim 1606/Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Letnan Kolonel Czi Djoko Rahmanto saat melakukan program penghijauan di kawasan hutan Desa Mareje, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (11/4/2018).
“Selain mengalami kerusakan, tanah kawasan hutan yang dulunya subur menjadi tandus dan gersang, karena pepohonan yang ada sebagai penyangga air hujan telah banyak ditebang masyarakat dan oknum tidak bertanggung jawab,” kata dia.
Keberadaan kawasan hutan di NTB dalam beberapa tahun sendiri semakin mengkhawatirkan, kegiatan ilegal loging yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terus saja terjadi.
Walaupun pemerintah daerah dan aparat penegak hukum telah melakukan berbagai cara untuk menghentikan aktivitas tersebut dengan memberikan tindakan tegas bagi para pelaku ilegal loging, tapi tetap saja masih terjadi.
“Karena itulah, sebagai upaya menyelamatkan kawasan hutan dari ancaman kerusakan semakin parah, aparat TNI mencanangkan program penghijauan, dengan menanam pohon di kawasan hutan gundul dengan melibatkan peran serta masyarakat,” ujar Djoko.
Dandim menyakini, pelibatan peran serta masyarakat akan lebih efektif dalam upaya mengembalikan fungsi kawasan hutan melalui proses penghijauan, serta mencegah akasi pembalakan liar.
Selain aktivitas ilegal loging dan penjarahan yang mengancam keberadaaan hutan, alih fungsi hutan juga menjadi penyebab berkurangnya jumlah hutan diwilayah NTB khususnya di Pulau Lombok.
“Penghijauan dilaksanakan TNI bersama masyarakat, tidak saja untuk mendukung program pemerintah semata, tapi juga bertujuan menjaga kelestarian alam, guna mencegah terjadinya bencana alam,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan NTB, Madani Mukarram, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan dengan cara melakukan kegiatan penghijauan sebagai langkah awal dalam penanggulangan kerusakan hutan dan mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Mari bersama-sama melestarikan dan menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup anak dan cucu di masa akan datang, agar kegiatan penghijauan atau budaya tanam pohon terus digalakkan kepada generasi penerus secara berkelanjutan,” katanya.

Sehingga kelestarian alam terutama hutan NTB bisa terus terjaga, karena hutan merupakan paru-paru dunia ini memiliki peran sangat penting bagi mahluk hidup di muka bumi.