PDAM Bandarmasih Incar Pendapatan di Sektor Pelanggan Niaga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANJARMASIN — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin melakukan terobosan melalui sektor niaga untuk dapat meningkatkan laba usaha.

“Sektor niaga kami lihat cukup potensial menyumbang pendapatan PDAM Bandarmasih ke depannya. Hal itu karena masih banyak sebenarnya pelanggan yang harusnya berstatus niaga, namun kenyataannya masih dianggap pelanggan rumah tangga biasa,” ungkap Humas PDAM Bandarmasih Ramadhani Agustin, Rabu (18/4/2018).

Menyikapi hal tersebut, pihaknya gencar melakukan pemantauan lapangan untuk melihat apakah masih ada pelanggan niaga yang masih berstatus pelanggan rumah tangga. Jika ditemukan akan dilakukan perubahan status.

“Ini sudah kita lakukan beberapa waktu terakhir. Hasilnya tiap bulannya ada sekitar 300-500 pelanggan yang kita ubah status pelanggannya, tidak terkecuali status rumah tangga ke niaga maupun sebaliknya,” katanya.

Ia pun berharap dengan terobosan tadi ke depannya laba yang dihasilkan oleh PDAM Bandarmasih meningkat. Selain bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah, juga bisa melakukan pengembangan usaha yang lebih baik lagi ke depannya.

Saat ini, jika dihitung rata-rata dari hasil audit tahun kinerja 2016, PDAM Bandarmasih hanya mampu membukukan keuntungan mencapai Rp17 miliar atau hanya berkisar 2,83 persen dari total aset yang dimilikinya. Asumsi ini jauh dari target yang diperbolehkan secara nasional bagi PDAM untuk mengejar laba sebesar 10 persen.

“Memang saat 176.139 pelanggan PDAM Bandarmasih dari kalangan niaga jika dipersentasikan masih sebesar 20 persen. Walau sedikit namun jika betul-betul digarap pasarnya kami meyakini bisa menjadi pendongkrak pendapatan, karena harga air bersih yang kita jual jauh lebih mahal ketimbang pelanggan rumah tangga,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Golkar, Dokter Aulia Ramadhan Supit berharap, ada upaya yang lebih kreatif dari BUMD milik Pemkot Banjarmasin untuk bisa meningkatkan laba usahanya.

Selama ini dilihatnya, laba yang dihasilkan oleh BUMD masih jauh dari harapan, apalagi jika dibandingkan dengan modal yang sudah disetorkan oleh Pemkot Banjarmasin hingga sekarang.

“Lebih kreatif disini maksudnya lakukan inovasi usaha lain yang lebih menjanjikan prospek dan keuntungannya. Jangan lupa terus melakukan efesiensi usaha agar pendapatan bisa maksimal. Dengan begitu tentunya peran BUMD sebagai sektor strategis pendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah bisa diwujudkan,” pungkasnya.

Lihat juga...