Nelayan Rajabasa Gunakan Rumpon untuk Tingkatkan Hasil Tangkapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Berbagai upaya dilakukan nelayan tradisional di desa Way Muli Induk kecamatan Rajabasa Lampung Selatan untuk meningkatkan hasil tangkapan, terutama saat Musim along (hasil tangkapan ikan yang meningkat). Salah satu metode yang digunakan yakni memakai rumpon.

Salah satu nelayan, Hanafi (30) menyebutkan, rumpon dijadikan alternatif untuk membuat wilayah penangkapan ikan. Cara ini cukup efektif dan terbukti bisa menjadi sumber dan wilayah tangkapan.

“Rumpon kami siapkan di satu lokasi dengan berbagai jenis pohon yang dirangkai menggunakan tali. Biasanya kami buat secara gotong royong,” terang Hanafi saat ditemui Cendana News tengah mempersiapkan pelepah kelapa, bahan pembuatan rumpon, Senin (23/4/2018).

Bahan bahan pembuatan rumpon diantaranya pelepah kelapa, tali, serta berbagai ranting pohon. Setelah dirangkai selama setengah hari, rumpon dipasang pada sore sembari berangkat melakukan penangkapan ikan.

“Alat bantu penarik perhatian ikan rumpon bisa bertahan selama satu bulan,” sebutnya.

Hendra (34), nelayan lain di Way Muli menyebutkan, bahan pelengkap pembuatan rumpon di antaranya rakit bambu, drum, pelampung styrofoam serta ranting kayu dan pelepah kelapa. Pelampung tersebut diberi pemberat menggunakan batu dan sebagai penanda diberi bendera.

“Sebagian ranting dan daun yang busuk atau rusak setelah sebulan kami perbaiki sehingga ikan bisa berlindung, memijah dan menjadi tempat tumbuhnya plankton sumber makanan ikan,” jelas Hendra.

Pemasangan rumpon di dekat pulau Mengkudu dan di dekat perairan kepulauan Krakatau sudah ditentukan sehingga tidak mengganggu alur pelayaran.

rumpon ikan
Hanafi, salah satu nelayan di desa Way Muli Induk kecamatan Rajabasa Lampung Selatan menyiapkan bahan rumpon yang diikat menggunakan tali untuk ditempatkan di perairan Rajabasa [Foto: Henk Widi]
Keberadaan rumpon menjadi sebuah investasi, sebab dengan hanya mengeluarkan biaya ratusan ribu nelayan bisa mendapatkan jutaan rupiah.

“Kami harus kreatif karena saat ini banyak aturan dalam penangkapan ikan di laut dan rumpon salah satu cara kami meningkatkan produktifitas hasil tangkapan,” papar Hendra.

Jenis ikan yang kerap bersembunyi di sekitar rumpon, menurut Hendra, dominan ikan predator. Rumpon dengan kedalaman beragam dari sekitar 40 meter hingga 60 meter tersebut menjadi tempat bersumbunyi ikan Tenggiri, Kembung, Kerapu, Lapeh dan berbagai jenis ikan lain. Sekitar 200 kilogram lebih hasil tangkapan bisa diperoleh dari lokasi tersebut.

Pada musim tangkapan melimpah hingga 200 kilogram, ikan yang dijual dengan harga rata rata di pelelangan Rp30.000 per kilogram, nelayan membawa pulang Rp6juta sekali melaut.

Lihat juga...