Nafa Urbach Ingatkan Jangan Main-main Simbol Jawa
Editor: Satmoko
JAKARTA – Artis cantik Nafa Urbach merasa gembira karena film ‘Kembang Kantil’ yang dibintanginya sebentar lagi akan tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Film horor produksi MD Pictures dan Dee Company itu menjadi bukti Nafa memantapkan diri untuk menekuni dunia perfilman yang membuat dirinya merasa lebih bebas mengeksplorasi kemampuan akting.
“Aku gembira karena film pertamaku sebentar lagi akan tayang, tapi rasanya deg-degan,“ kata Nafa Urbach kepada Cendana News seusai press screening film ‘Kembang Kantil’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Dalam film horor ‘Kembang Kantil’, Nafa mendapat peran sebagai Santi, kakak dari Alisa yang diperankan artis Irish Bella. “Ada adat Jawa dalam film ini yang cukup mendalam,“ ungkapnya mantap.
Perempuan kelahiran Magelang, 15 Juni 1980, itu membeberkan kisahnya tentang Santi dan Anton yang tidak punya anak dan kemudian mengangkat anak dari Panti Asuhan yang dipimpin oleh Ratna.
“Sebenarnya tujuan mengangkat anak itu juga ada udang di balik batu karena pasangan suami-istri Anton dan Santi ini menganut sekte untuk mencari kekayaan dengan jalan pintas,“ bebernya.
Sewaktu SD, Nafa mengaku sering diikutsertakan dalam lomba tembang tradisional Jawa Macapat. “Ada beberapa Macapat yang saya hapal sampai sekarang, seperti di antaranya Gambuh yang saya nyanyikan dalam film horor ini,“ ujarnya.
Pada waktu meeting film ini, produser Dheeraj Kalwani meminta Nafa untuk menyanyi tembang tradisional Jawa Macapat dan Nafa pun langsung menyatakan siap.
“Tapi sewaktu take syuting aku sedang batuk-batuk sehingga aku harus mengulang beberapa kali. Sampai kemudian dapat juga nada Macapat yang pas dengan lirik menakutkan yang dibangun dengan ritual,“ paparnya panjang lebar.
Macapat yang Nafa nyanyikan dalam film horor ternyata lirik dan nuansanya menakutkan. “Aku googling ternyata memang Macapat yang aku nyanyikan untuk memanggil arwah,“ tandasnya.
Saat syuting adegan ritual itu Nafa melihat properti simbol iblis, perasaannya langsung dibuat was-was. Ketika usai syuting, Nafa menjadi mudah marah hingga terpaksa minta ampun dengan mendengarkan musik rohani selama 24 jam.
“Saat syuting itu ada simbol iblis. Aku tanya ke sutradara ini simbol apa? Kita nggak bisa pakai simbol itu karena pasti ada reaksi tertentu. Mas Ubay bilang, ‘Ada artinya’. Aku langsung ingatkan, ‘Jangan main-main’. Karena aku tahu itu simbol bener-bener ada artinya untuk memanggil arwah,” cerita Nafa.
Gara-gara simbol itu, Nafa merasa saat syuting dirinya didatangi makhluk halus.
“Semua kru film itu ternyata penakut, juga sutradaranya. Pada saat ritual mistis aku nembang Jawa, saat take (pengambilan gambar) pertama biasa saja. Take kedua juga biasa saja, tapi saat take ketiga aku tahu ‘dia’ (makhluk halus – red) datang, kemudian take keempat atmosfirnya sudah benar-benar membuat bulu kudukku merinding,“ papar Nafa.
Bagi Nafa, peran tersebut dalam film ini sebenarnya memang ia inginkan.
“Ini benar-benar film yang membuat aku total menjadi seorang aktris film,“ pungkasnya.