MALANG – Bentuknya tipis, bercita-rasa manis dengan berbagai aneka isian di dalamnya menjadi ciri khas jajanan yang dikenal oleh masyarakat dengan nama kue Leker atau Crepes.
Teksturnya renyah ketika digigit, membuatnya tidak hanya disukai oleh anak kecil saja, tetapi para remaja hingga orang dewasa pun menggemari jajanan yang satu ini.
Salah satu penjual kue Leker 717, Heri, mengaku baru berjualan kue Leker sejak satu tahun yang lalu meneruskan usaha kakaknya.
Menurutnya selama satu tahun ia berjualan kue leker di sekitaran kampus Universitas Brawijaya, ternyata tidak hanya kalangan anak-anak kecil saja yang meminati kerenyahan kue leker, tetapi juga para mahasiswa.
Heri menyebutkan, kue Leker sebenarnya sudah ada sejak dulu hanya saja saat ini mulai populer lagi khususnya di kalangan anak muda.

“Sekarang anak-anak muda juga suka Leker karena isinya yang saat ini lebih bervariasi,” sebutnya.
Lebih lanjut Heri mengatakan bahwasanya untuk membuat kue Leker cukup mudah dan sederhana karena bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya tepung beras, tepung terigu, dan telur.
Heri menjelaskan untuk membuat kue Leker, kedua tepung dicampur untuk kemudian diayak. Selanjutnya, di tempat terpisah telur dikocok hingga mengembang dan kemudian dicampur dengan tepung yang sudah diayak hingga menjadi sebuah adonan.
Setelah itu adonan dimasukkan ke sebuah wajan datar berukuran kecil sambil diputar agar adonan merata di atas wajan yang telah dipanaskan.
Selanjutnya, saat kondisi adonan kue setengah matang, taburkan aneka isian dan rasa sesuai dengan keinginan pembeli, seperti potongan pisang, mesis, keju, susu, dan kacang.
“Kalau kue Leker buatan saya juga ada yang rasa strawbery, durian, vanila, melon, mocca. Dan untuk isian bisa dikombinasi sesuai keinginan pembeli,” ujarnya.
Sesudah benar-benar matang, kue Leker yang masih berada di dalam wajan kecil dilipat menjadi dua bagian hingga berbentuk setengah lingkaran dan kue leker siap untuk dinikmati.
Agar bisa tetap renyah, Heri menyiasati dengan cara ia baru akan memasak kue leker saat ada yang membeli. Sehingga ia tidak banyak menyediakan stok Leker yang sudah matang.

“Kalau kelamaan dimasak tapi tidak ada yang beli, kue Leker tidak akan renyah lagi,” terangnya.
Untuk satu porsi kue Leker, Heri menjualnya dengan harga Rp2.000-2.500 tergantung campuran dari isiannya.
Sementara itu Heri juga mengatakan, selain berjualan keliling, ia juga menerima pesanan jika ada pelanggan yang menginginkan kue Leker buatannya menjadi salah satu menu dalam acara mereka.