Kursi Tua Antar Evelyn (EorG) Ghozali Jadi Juara
Editor: Irvan Syafari
JAKARTA — Memenangkan sebuah kompetisi tentu sangat membahagiakan dan membanggakan sekali. Demikian yang dirasakan Evelyn (EorG) Ghozali, pemenang pertama “Gudang Garam Indonesia Art Award 2018”.
“Nggak mengira jadi juara satu. Ketika saya melihat karya-karya yang lain, saya merasa minder karena karyanya bagus-bagus kreatif selalu, “ kata Evelyn (EorG) Ghozali, seusai pengumuman pemenang dan pembukaan pemeran “Gudang Garam Indonesia Art Award 2018” di Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.
Karya Evelyn yang disertakan berjudul “The Chairs”. Idenya dari workshop komik yang diadakan Akademi Samali dan IFI. Kemudian, ia diajak ke kawasan Kota Tua Jakarta untuk melihat-lihat yang bisa menjadi obyek untuk membuat komik.
“Saya berkeliling gedung tua dan melihat kursi tua. Jadi saya berpikir bagaimana membuat kisah kursi dari jaman dulu sampai sekarang. Akhirnya saya membuat komik kursi. Isinya berkaitan dengan perjalanannya Jakarta, yang dulu masih bernama Batavia sekitar tahun 1740, kemudian ditinggalkan gara-gara tragedi, terus laku dijual dan dipakai lagi sampai kembali ke asalnya,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1980 itu tak memikirkan apa-apa perihal kursi yang ditafsirkan sebagai kursi kekuasaan.
“Saya tidak memikirkan ke sana, tapi saya hanya memikirkan perjalanan sebuah kursi, serta memikirkan bagaimana membuat komik sejarah Jakarta yang perkembangan dari kota tua hingga menjadi kota megapolitan, “ bebernya.
Evelyn mengaku sebernarnya bukan komikus.
“Saya ilustrator berwarna di berbagai penerbit, kerja freelance saja, “ paparnya.
Menjadi juara, Evelyn mendapat hadiah utama 75 juta rupiah, tapi tampaknya dia tak berharap muluk-muluk, selain keinginannya hanya sederhana saja.
“Saya hanya ingin rate-nya naik,” ucapnya sambil tergelak tawa.
Harapan Evelyn, semoga dunia ilustrasi perbukuan mendapat apresiasi.
“Karena mau komik atau ilustrasi semua medianya buku yang dibaca orang-orang, “ paparnya.
Sewaktu kecil Evelyn membaca komik kecil Mimin, komik dari luar negeri. “Komik yang dulu saya baca itu, serta cerita Bawang Merah Bawang Putih,” tegasnya.
Harapan Evelyn terhadap perkembangan dunia komik di masa depan, semakin aktif dan solid orang-orangnya. “Pokoknya semakin berjaya dalam berkarya,” tandasnya.