Kualitas SDM Peternak Sapi NTB Perlu Ditingkatkan
Editor: Irvan Syafari
MATARAM — Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Aminurrahman mengatakan, terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi di NTB, pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat peternak perlu terus dilakukan.
“Diperlukan pendampingan secara berkelanjutan bagi masyarakat peternak untuk meningkatkan populasi sapi di NTB, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas ternak dihasilkan melalui proses budi daya,” ungkap Aminurrahman di Mataram, Rabu (4/4/2018).
Pembinaan dan pendampingan dilakukan tidak saja dalam bentuk program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) sebagai salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.
Tapi juga bagaimana melakukan pengembangan pakan yang sehat dan bergizi bagi ternak, ketersediaan padang gembala memadai, termasuk melakukan insentifikasi pengendalian, pencegahan dan pemberantasan penyakit.
“Jadi pengembangan ternak sapi di NTB tidak sebatas meningkatkan populasi, tapi bagaimana populasi besar tersebut disertai kualitas bagus serta bebas penyakit seperti antraks, sehingga dari sisi ekonomi juga akan mampu memberikan nilai tambah. Untuk itu SDM peternak juga perlu ditingkatkan,” papar dia.
Dikatakan lahan dan pakan ternak dimiliki NTB sampai saat ini sendiri seluas 1.690.156 hektare, dengan daya tampung ternak mencapai 1.370.258 animal unit.
Sejarah dan kultur budaya masyarakat NTB yang memiliki peradaban ternak tinggi juga turut mendukung pengembangan ternak sapi. Terbukti dari kontribusi usaha peternakan sapi di NTB terhadap pengembangan sapi dan kebutuhan daging daerah maupun nasional sangat signifikan.
“Di mana setiap tahun, NTB mengirimkan sapi potong ke sejumlah daerah termasuk Pulau Jawa rata-rata 16.500 ekor, sapi bibit 12.000 ekor,” katanya
Sebelumnya Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, l Ketut Diarmita, di acara Gebyar Upsus Siwab IB di Komplek Agrodu Wisata dan Techno Park Banyumulek, Lombok Barat mengatakan, sebagai upaya dan komitmen mendukung pengembangan populasi sapi di NTB, selain mencanangkan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting dan Inseminasi Buatan
Menurut Ketut, dipilihnya NTB sebagai lokasi program Upsus Siwab melalui IB, selain karena potensi sapi di NTB menjanjikan, pemerintah juga ingin memulai dari wilayah timur, di samping semangat peternak sapi di NTB untuk meningkatkan populasi ternaknya juga sangat luas biasa.
“NTB dengan jargon Bumi Sejuta Sapi (BSS) tidak sekedar jargon, tapi diharapkan bisa menghasilkan sapi sesuai harapan,” katanya.
Kementerian Pertanian juga mengucurkan bantuan anggaran sebesar Rp. 126 Miliar, bantuan tersebut selain untuk mendorong peningkatan populasi sapi melalui Upsus Siwab dan IB, juga diberikan dalam bentuk bantuan penyediaan kebutuhan sarana-prasarana, seperti pembelian semen, pakan, dan perluasan lahan pakan.