Kodim 1624 Flotim: Bakau Penting untuk Generasi Mendatang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LARANTUKA — Kodim 1624 Flores Timur melakukan penanaman 500 anakan bakau (Mangrove) di pantai Delang desa Tiwatobi kecamatan Ile Mandiri kabupaten Flores Timur (Flotim) untuk mencegah terjadinya abrasi di pesisir pantai bagian timur pulau Flores tersebut.
“Menanam Mangrove sangat penting untuk kehidupan generasi sekarang dan akan datang sebab memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar, baik dari segi fisik, kimia, biologi, ekonomi bahkan dapat juga dikembangkan menjadi wahana wisata,” ujar Kasdim 1624 Flotim, Mayor Gusti Made Budayasa, Rabu (18/4/2018).
Dikatakan, secara fisik hutan mangrove dapat menjaga garis pantai agar tidak terjadi abrasi dan mencegah rembesan air laut ke darat. Sementara secara kimia, mampu mengolah limbah guna mencegah pencemaran lingkungan serta fungsi utamanya sebagai penghasil oksigen.
“Bakau juga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama bagi warga di pesisir pantai. Hutan bakau sebagai tempat bertelurnya ikan dan karang yang dapat memberikan penghasilan bagi kaum nelayan,” ungkapnya.
Gusti mengimbau agar masyarakat di pesisir pantai khususnya agar jangan menebang bakau. Bila menebang maka harus ditanam kembali dan dirawat agar tetap tumbuh dan berkembang biak.
“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Kodim 1624 Flotim untuk terus menjaga kelestarian lingkungan,” pesannya.
Sementara itu wakil bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan, pihaknya lewat gerakan mencintai laut selalu mengkampanyekan agar masyarakat tidak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan dan ekosistem laut.
“Pemerintah juga selalu bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat dan juga forum komunikasi pimpinan daerah serta lembaga swasta lainnya untuk selalu melakukan penanaman bakau di pesisir pantai utara dan timur pulau Flores,” ungkapnya.

Sejauh ini lanjut Agus sapaannya, hutan bakau di kota Larantuka banyak terdapat di pesisir pantai bagian timur, seperti di Watowiti dan Delang yang masih terjaga dengan baik. Namun kebersihan masih belum terjaga dimana masih terdapat banyak sampah.
“Pemda Flotim menyadari bahwa sektor kelautan dan perikanan mempunyai potensi yang besar untuk memberikan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah sehingga ekosistem laut harus dijaga. Menanam dan merawat bakau menjadi salah satu kegiatan yang digalakan bersama agar tidak merusak ekosistem dan lingkungan,” pungkasnya.