Gizi Buruk di Kupang, Turun
KUPANG – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menyatakan, kasus gizi buruk di daerah itu mengalami penurunan setelah pemerintah setempat gencar melakukan program pelayanan kesehatan pada 2017.
Wali Kota Kupang, Jefrison Riwu Kore mengatakan hal itu di Kupang, Sabtu, terkait upaya pemerintah dalam mengatasi kasus gizi buruk di daerah itu.
Pada tahun 2016 tercatat 270 orang dilaporkan menderita gizi buruk, sedangkan tahun 2017 terdapat 240 orang atau terjadi penurunan 30 penderita gizi buruk dari tahun sebelumnya.
“Para penderita gizi buruk pada umumnya merupakan warga dari luar Kota Kupang yang ikut bersama orang tuanya yang bekerja di daerah itu, sekalipun demikian pemerintah tetap melakukan upaya menangani terhadap penderita. Ada juga warga Kota Kupang yang mengalami gizi buruk semuanya sudah tertangani secara baik,” kata Jefri.
Menurut dia, kasus gizi buruk di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini mengalami penurunan setelah membaiknya sistem pemantauan dan pencatatan status gizi sehingga meningkatkan efektivitas sistem pelaporan dan penanganan gizi pada balita.
“Pemerintah juga terus menggerakkan berbagai program layanan kesehatan terhadap balita dan ibu hamil di posyandu, pustu serta Puskesmas melalui pemberian makanan tambahan serta vitaman penambah berat badan terhadap penderita gizi buruk,” kata Wali kota.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ari Wijana mengatakan penangananan penderita gizi buruk dilakukan pemerintah Kota Kupang melalui program pemberian makanan tambahan terhadap penderita seperti pemberian susu, biskuit dan vitamin penambah berat badan balita serta para ibu-ibu hamil.
“Pemberian makanan tambahan dan vitamin dilakukan dalam kegiatan posyandu setiap bulan sehingga kasus gizi buruk di daerah ini terus mengalami penurunan. Penanganan gizi buruk dilakukan dengan memperbaiki asupan gizi terhadap penderita melalui MPT,” kata Ari.
Ia mengatakan kasus gizi buruk yang dialami 240 anak balita di Kota Kupang pada 2017 telah berhasil ditangani.
“Semua penderita sudah ditangani. Sampai saat ini belum ada laporan dari Puskesmas tentang adanya penderita gizi buruk di daerah ini,” tegasnya. (Ant)