Dua Korban Hanyut di Sungai Way Abung Terus Dicari

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Operasi pencarian dan pertolongan hari kedua terus dilakukan oleh kantor Search and Rescue (SAR) Lampung terhadap kondisi membahayakan manusia dua orang santri Pondok Pesantren Darul Khoir yang jatuh dan hanyut di sungai Way Abung, Jalan Paseban, Desa Muara Jaya, Kecamatan Kota Bumi Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Deny Kurniawan selaku kepala seksi humas Kantor SAR Lampung menyebut, korban hanyut bernama Tafsiri Anam bin Fauzi (15) warga Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat dan Aris Rismawan bin Waluyo (17) warga Surakarta, Abung Surakarta.

Berdasarkan informasi awal kronologis korban hanyut bermula saat Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 17.20 WIB dua orang santri yang sedang mencari bambu terjatuh di sungai Way Abung Lampung Utara.

“Kami memperoleh informasi awal dari bapak Khamamik personil BPBD Lampung Utara adanya kecelakaan yang membahayakan manusia di sungai Way Abung dan segera kami tindak lanjuti dengan koordinasi dan pengiriman bantuan personil dan peralatan,” papar Deny Kurniawan kepala seksi humas kantor SAR Lampung dalam keterangannya kepada Cendana News, Sabtu (21/4/2018).

Personil kantor SAR Lampung melakukan briefing sebelum proses pencarian korban hanyut di sungai Way Abung Lampung Utara [Foto: Ist/Henk Widi]
Deny Kurniawan menyebut lokasi kejadian musibah (LKM) berada di sungai Way Abung dengan koordinat 04° 49′ 34.81″ S – 104° 52′ 20.69″ E. Selanjutnya tim dari rescue kantor SAR Lampung berjumlah sebanyak 8 personil bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.

Kedatangan tim pada Jumat malam (20/4) selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Utara, unsur kepolisian, kecamatan, desa dan pihak terkait.

“Setelah tiba di lokasi tim rescue Basarnas Lampung tiba di Kantor BPBD Lampung Utara dan langsung berkoordinasi dengan unsur yang ada untuk perencanaan operasi SAR,” papar Deny Kurniawan.

Tim rescue Basarnas Lampung lanjut Deny Kurniawan selanjutnya melakukan survei ke lokasi kejadian musibah untuk perencanaan pencarian dan tim rescue melaksanakan briefing dan koordinasi untuk melakukan penyisiran mengikuti aliran sungai menuju hilir melalui jalur darat dan menggunakan rubber boat hingga radius sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian musibah.

Hingga kini proses pencarian kedua korban masih terus dilakukan oleh personil rescue kantor SAR Lampung. Deny menyebut akan menginformasikan kondisi terkini operasi pencarian kedua korban hanyut di sungai Way Abung tersebut.

Perahu karet dikerahkan untuk proses pencarian korban hanyut di sungai Way Abung Lampung Utara [Foto: Ist/Henk Widi]
Pada operasi pencarian tersebut ia menyebut unsur yang dilibatkan di antaranya tim rescue Basarnas Lampung, BPBD Lampura, PMI Lampura, Polres Lampura, Polsek Kota Bumi Utara, Kesbanglimas Kota Bumi Utara,Pengurus dan Santri Ponpes Darul Khoir, keluarga dan warga sekitar.

Pencarian disebutnya sementara dihentikan pada tengah hari dan akan dilanjutkan menyusuri sungai Way Abung. Proses pencarian selain melibatkan berbagai unsur juga mempergunakan alat rubber boat milik Basarnas Lampung, rubber boat BPBD Lampung Utara dan alat selam Basarnas Lampung.

Lihat juga...