Bounasser Juarai Maraton Wina  

Ilustrasi lomba lari maraton - Foto: Dokumentasi CDN

 

WINA – Pelari Maroko Salaheddine Bounasser secara mengejutkan menjadi juara di lomba maraton Wina, Minggu (22/4/2018). Sementara pemegang rekor dunia Dennis Kimetto kembali harus kecewa setelah gagal mencapai finis.

Bounasser yang meraih kemenangan dalam waktu dua jam, sembilan menit, dan 29 detik, bersama pelari Kenya Ishmael Bushendich melepaskan diri dari kelompok besar pelari saat melewati stadion Ernest Happel. Mereka berlari berdampingan selama sekitar 20 menit sebelum Bounasser melakukan pergerakan pada kilometer 39 dan meninggalkan pelari Kenya itu di belakangnya.

Bushendich finis di posisi kedua dengan catatan waktu 2:10:03, dan pelari Kenya lainnya Samwel Maswai di urutan ketiga. Sementara Kimetto yang memegang rekor dunia 2:02:57 di Berlin pada 2014, yang sedang berharap bisa menghidupkan kembali karirnya di Wina karena cedera kembali harus menelan kekecewaan.

Pelari berusia 34 tahun itu tidak finis dalam satu lomba maraton pun sejak lomba di London pada 2016. Dan hari yang buruk kembali dialami setelah juga gagal masuk finis di Wina. Kimetto terlihat tertatih-tatih saat Dia tertinggal dari kelompok pelari terdepan pada paruh pertama lomba itu dan dia akhirnya keluar setelah berlari selama satu jam 20 menit.

Sementara itu di tempat terpisah, Eliud Kipchoge sukses menjuarai Maraton London untuk ketiga kalinya pada Minggu (22/4/2018).Tercatat terjadi kemenangan mengejutkan bagi Vivian Cheruiyot dalam lomba Marathon London di kelompok putri.

Kipchoge, yang melewatkan lomba tahun lalu dalam upaya untuk mencatat waktu maraton di bawah dua jam di Italia, tidak dapat memecahkan rekor dunia Dennis Kimmetto saat suhu tinggi membuat keadaan lomba di ibukota Inggris itu menjadi sulit.

Sementara di kelompok putri Mary Keitany yang menjadi favorit berupaya untuk memecahkan rekor mixed race Paula Radcliffe didampingi pelari putra pengatur kecepatan. Namun pelari asal Kenya itu kesulitan pada akhir lomba sampai akhirnya hanya finis di urutan kelima dan tidak dapat menambah tiga gelar Londonnya.

Cheruiyot dapat meraih gelar pertamanya di London, setelah memenangi maraton pertamanya di Frankfurt pada Oktober lalu. Rekor Radcliffe, yang dicetak pada 2003, sebelumnya terlihat di bawah ancaman saat Keitany dengan meyakinkan memimpin pada sebagian besar lomba itu tapi kondisinya harusnya bisa lebih baik baginya di akhir lomba.

Lomba kelompok putra berlangsung panas dengan pelari terdepan Guye Adola mencatat empat menit 22 detik pada mil pertama. Farah bertahan di kelompok pelari hingga insiden aneh terjadi saat dia melewatkan botol minuman pada 10 mil. Kipchoge menyalip Adola dan memimpin di depan, dengan kecepatan dalam jalur waktu rekor dunia hingga paruh kedua lomba tersebut saat udara semakin panas.

Tola Shura Kitata dari Ethiopia bertahan bersama Kipchoge hingga menjelang akhir tapi juara 2015 dan 2016 itu melaju untuk meraih kemenangan dengan catatan waktu 2:04:17 ata dua menit 20 detik dari rekor dunia.

Panitia sebelumnya memberi catatan waktu Kipchoge 2:04.27 tapi kemudia diperbaiki setelah menemukan masalah komputer. Farah mencapai finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 2:06:21 dan memecahkan rekor maraton pelari Britania Steve Jones yang bertahan sejak 1985.

“Saya sangat menikmati lomba ini. Saya masih menikmati kemenangan dan saya senang dapat meraih kemenangan untuk ketiga kalinya di London,” kata Kipchoge. (Ant)

Lihat juga...