Anies Libatkan Empat Operator Menuntaskan Masalah Transportasi Jakarta

Editor: Irvan Syafari

JAKARTA —- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memetakan titik permasalahan mengenai transportasi Jakarta.

Masalah transportasi di Jakarta harus didiskusikan dengan para operator dan pakar transportasi. Diskusi ini untuk mendapatkan solusi untuk memecahkan kebutuhan dalam mengintegrasikan semua angkutan umum.

“Kami (Pemprov DKI) tidak ingin menempatkan diri sebagai pihak yang paling tahu,” ucap Anies usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Dialog Pemangku Kepentingan Angkutan Umum Jakarta di Blok G Lantai 22 Balai Kota Jakarta, Jumat (13/4).

Justru, para operator dan pakar transportasi yang memahami permasalahan tersebut. Maka dari itu Anies mengundang operator angkutan umum ke Balai Kota DKI untuk membicarakan masalah transportasi.

“Justru para operator inilah yang dapat menemukan solusi sesuai keadaan di lapangan, karena pengalaman yang mereka miliki. Kami mengundang para operator untuk mendiskusikan sama-sama soal masalah transportasi di Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, ada empat komponen yang hadir di acara Focus Group Discussion (FGD) Dialog Pemangku Kepentingan Angkutan Umum yakni, Pemprov DKI, kedua para pelaku operator, ketiga pakar dan keempat fasilitator. Dengan mereka Pemprov DKI akan berbagi pikiran mencari solusi mengatasi transportasi di Jakarta.

“Ini yang saya sampaikan dari dulu ketika kita punya masalah, akhirnya kita selesaikan sama-sama dalam forum (hari ini) yang berjudul belanja masalah,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menginginkan dalam diskusi ini adanya kerja sama untuk mengintergrasikan transportasi massal ini. Terlebih terintegrasi masalah rute, tarif dan manajemennya.

“Ini memerlukan kerja sama semuanya. Sekarang hadir kalau tidak salah ada 28 operator. Nanti harapannya dari pertemuan ini kita ketemu solusi yang sama,” pungkasnya.

Anies mengatakan dengan diadakannya acara tersebut untuk mengungkap masalah-masalah transportasi di Jakarta agar ke depannya dapat membangun sistem tranportasi terintegrasi baik rute, manajemen, hingga tarif.

FGD ini juga sebagai salah satu bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan segala aspirasi ide-ide kreatif dan permasalahan di lapangan bisa terakomodasi dan terpetakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan suatu kebijakan yang tepat sasaran.

Diketahui, jumlah kendaraan bermotor sebanyak 18 juta unit, terdiri atas sepeda motor 13,3 juta unit, mobil penumpang 3,52 juta unit, bus 338,7 ribu unit, mobil beban 689,5 ribu unit, kendaraan khusus 141,5 ribu unit, Bus TransJakarta 910 unit (BPS, 2017). Sementara pertumbuhan kendaraan bermotor rata-rata sebesar 8,1% per tahun.

Mengenai transportasi publik yang berbasis digital, Pemprov DKI Jakarta berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Lihat juga...