Anies: Jakarta Harus Menjadi Kota Berkeadilan
JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, pemeriksaan sumur resapan air yang baru pertama kali diadakan di kawasan Sudirman-Thamrin bertujuan untuk bertindak adil kepada semuanya.
Dikatakan, selama ini belum pernah dilakukan pemeriksaan. Langkah yang diambil pemerintah provinsi menunjukan bahwa pihaknya juga tegas pada yang kuat dan besar.
“Saya ingin tegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang berkeadilan,” ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).
Dia menilai pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi di Jakarta bukan karena kebutuhan melainkan keserakahan. Maka dari itu dengan adanya sidak gedung-gedung tinggi mengenai peresapan air akan berdambak positif pada lingkungan hidup.
“Saya garis bawahi, pelanggaran yang terjadi di sini bukan pelanggaran bersifat kebutuhan tapi pelanggaran sifatnya karena keserakahan. Keinginan untuk mengurangi biaya, keinginan untuk meningkatkan keuntungan yang justru punya dampak kepada lingkungan hidup,” paparnya.
Lanjutnya, hal ini berbeda dengan pedagang kecil yang melanggar karena faktor kebutuhannya.
Dia pun menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk mendisiplinkan pada gedung-gedung tinggi, baik pemerintahan maupun swasta.
Dia menyebutkan, penyebab utama tanah di Jakarta turun adalah karena sedotan air tanah dalam jumlah sangat banyak, limbah terbuang tanpa dikelola.
Ia meminta semua manajemen gedung memperbaiki tata kelola pemanfaatan air tanah dan instalasi pengelolaan air limbahnya.
“Ini jarang diperhatikan, pelanggaran yang membuat permukaan air tanah kita turun dan permukaan tanah kita turun,” ungkapnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan mengumumkan pelanggaran gedung-gedung tinggi di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, yang tidak punya sumur resapan, instalasi pengolahan limbah dan air tanah.