Angin Kencang Rusak Rumah dan Lukai Penghuni

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Puluhan warga desa Pasuruan dibantu warga desa Klaten membantu melakukan perbaikan rumah warga akibat tertimpa pohon bayur tumbang.

Rumah milik warga bernama Sumardi (53) dan Waginem (50) terbuat dari geribik bambu itu rusak akibat robohnya pohon bayur pasca hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada Sabtu malam (7/4).

Sumardi menyebut saat hujan deras disertai angin kencang dirinya tengah menonton televisi bersama keluarga.

Akibat pohon tumbang Sumardi menyebut bagian atap bangunan rumah berukuran 6×9 meter hancur berantakan. Bagian dapur, kamar tidur, ruang keluarga bahkan tertimpa oleh dahan, ranting dan reruntuhan genteng.

Sumardi, warga dusun Sumbersari yang mengalami kerusakan rumah akibat hujan deras disertai angin kencang [Foto: Henk Widi]
Beruntung kayu penahan di bagian kamar tidur dan dapur masih bisa menahan kayu yang tumbang sehingga tidak menimpa ia dan keluarganya yang hanya mengalami luka ringan.

Sumardi bahkan menyebut batang pohon bayur setinggi lima belas meter tersebut masih tertahan di atas atap rumah sebelum dipotong dengan gergaji mesin. Akibat peristiwa tersebut ia sempat tertimpa balok kayu dan genteng melukai bagian kaki, pergelangan tangan dan memar pada bagian kepala kanan.

Selain dirinya, Waginem isterinya juga mengalami luka pada bagian kaki. Dua cucu yang tengah menginap di rumahnya bernama Aldo yang berumur 11 bulan dan Tama berusia 8 tahun mengalami luka memar pada bagian pelipis dan kaki lecet.

“Saat kejadian saya masih menonton televisi dan tiba tiba pohon bayur yang ada di sebelah Timur dapur tumbang menimpa atap rumah, sebelum sempat keluar kami tertimpa material bangunan,” terang Sumardi, warga dusun Sumbersari desa Pasuruan saat ditemui Cendana News, Minggu (8/4/2018).

Pariadi (kanan), ketua RT 03 memperlihatkan rumah warga yang rusak tertimpa pohon [Foto: Henk Widi]
Akibat peristiwa tersebut selain mengalami kerusakan bangunan dan penghuni rumah mengalami luka luka, perabotan rumah sebagian rusak. Dibantu puluhan warga barang barang berupa lemari, tempat tidur, meja dan perabotan lain dievakuasi ke tempat yang aman.

Selain mengalami trauma akibat peristiwa tersebut Sumardi menyebutkan kerugian akibat bangunan rumah tertimpa pohon mencapai belasan juta rupiah.

Kerusakan paling parah disebutnya terjadi pada bagian atap bangunan yang pecah hingga mencapai ratusan genteng, antena televisi rusak dan air hujan masuk ke dalam rumah.

Selain menimpa rumah Sumardi, pohon tumbang juga menimpa rumah Gunawan (30) sang anak yang tinggal bersebelahan dengan rumah Sumardi. Beruntung pohon tumbang hanya merusak bagian antena parabola televisi miliknya.

Pariadi, selaku ketua RT 03 setempat menyebut musibah pohon tumbang yang menimpa rumah warga terjadi malam hari. Ia menyebut hujan disertai angin kencang pada Sabtu malam berimbas pohon tumbang.

Warga sekitar tanpa digerakkan langsung bergotong royong membersihkan kerusakan rumah. Proses penurunan genteng, memotong pohon yang masih berada di atas rumah dilakukan secara gotong royong.

Rumah yang sudah berusia puluhan tahun terbuat dari atap genteng dan dinding geribik bambu tersebut diakuinya sudah diusulkan dalam program bedah rumah. Program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk rumah Sumardi disebutnya sudah diusulkan meski belum terealisasi. Ia berharap dengan kerusakan tersebut rumah warganya bisa mendapatkan prioritas bantuan BSPS.

“Saya sudah memasukkan dalam daftar warga penerima bantuan bedah rumah namun justru sekarang rusak akibat tertimpa pohon tumbang,” terang Pariadi.

Pariadi juga menyebut pasca-peristiwa tersebut mengimbau kepada warga yang memiliki pohon di sekitar rumah agar menebangnya. Penebangan pohon diakuinya terutama dilakukan untuk pohon yang berpotensi mengalami roboh akibat hujan dan angin kencang.

Pasca-kerusakan rumah akibat pohon tumbang tersebut ia mengaku warga masih bergotong royong untuk melakukan perbaikan rumah agar bisa kembali ditempati.

Lihat juga...