Sandi Pastikan Kestabilan Harga Pangan Jelang Puasa
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebutkan, pertemuan dengan Kementerian Pertanian merupakan bentuk koordinasi dalam menjaga persiapan stok dan stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri bulan Juni mendatang.
Sandi menyebutkan, pihaknya tidak menginginkan adanya kenaikan harga pangan saat mendekati atau memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pasalnya, dari pengalaman yang sudah-sudah, harga-harga bahan pokok bergejolak dan cenderung tinggi.
“Kami tidak ingin memberikan sedikitpun celah yang berpotensi bahwa harga ini bergejolak dan cenderung naik di bulan Ramadhan dan juga menjelang Idul Fitri,” ujarnya usai rapat koordinasi di Gedung A Komplek Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).
Disebutkan, pihaknya akan memastikan komoditas tersebut terjaga dan pasokannya cukup.
“Kita kawal man to man marking. Memastikan komoditas-komoditas ini terjaga dan pasokannya cukup. Rantai distribusinya sederhana, terbuka dan berkeadilan,” ucap Sandiaga.
Sandi juga mengapresiasi pihak Kementrian Pertanian yang sudah bersedia membahas pasokan pangan dalam menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri, memastikan pasokan tersebut aman.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai Pemprov DKI begitu cepat dalam melakukan upaya stok dan stabilitas harga berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami apresiasi pak Wagub. Tahun 2017 kita tahu bahwa harga pangan stabil, bahkan ada yang mengatakan paling stabil dalam 10 tahun terakhir,” sebutnya.
Dalam pertemuan itu berhasil menerbitkan MoU dengan para asosiasi penyedia pangan seperti Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk memastikan gejolak harga tidak terjadi di bulan Ramadhan.
“Tadi kita sudah sepakat. Kita sudah sepakat, sudah tandatangan MoU dengan para asosiasi. Semua ini yang strategis yang biasanya berfluktuasi, kita sepakat harga stabil di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri nanti. Operasionalnya mulai di bulan Maret,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo menyatakan, saat ini stok komoditas beras cukup aman di angka 40.000 ton dengan kisaran harga antara 8.500-8.600 rupiah. Penambahan stok beras per haripun cukup meningkat secara signifikan yaitu dari 2.500-3.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per harinya.