Sambas Segera Miliki Terminal Ekspor dan Impor
PONTIANAK – Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Atbah Romin Suhaili mengatakan masyarakat harus bangga menjadi petani karena profesi tersebut mulia. Apalagi sebentar lagi akan dibuka terminal ekspor dan impor di Kecamatan Sajingan.
“Kita harus bangga menjadi petani dan harus bangga juga mempunyai orang tua petani karena profesi itu merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Saya juga merupakan anak seorang petani,” ujarnya di Sambas, Minggu.
Atbah mengharapkan petani untuk selalu bersemangat dalam mengelola pertaniannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu bertambah.
Dikatakan dia melalui hasil pertanian dan perkebunan yang diekspor bisa membantu perekonomian masyarakat atau petani.
“Kita sangat menginginkan semua hasil dari pertanian dan perkebunan masyarakat Sambas bisa dijual untuk menunjang perekonomian keluarga,” sebutnya.
Menurutnya Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat kaya dalam bidang pertanian. Banyak hasil pertanian yang bisa dijadikan komoditas pangsa pasar global.
“Beberapa hasil pertanian yang bisa dijual adalah seperti padi, lada, jeruk, buah naga, petai dan apapun yang kita tanam di kebun bisa menghasilkan uang. Sehingga dapat menunjang penghasilan keluarga, saya harapkan jangan sampai ada lahan tidur atau tidak digarap,” pesannya.
Kabupaten Sambas berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur. (Ant)