PBWI Pilih Latihan di Kemayoran-Simprug
CIANJUR – Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) memilih untuk memfokuskan lokasi latihan atlet-atletnya di Kemayoran Jakarta Pusat dan Simprug Jakarta Selatan dibanding di Cibubur, Jakarta Timur. Pemusatan latihan tersebut adalah bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018.
Sekretaris Jenderal PBWI Ngatino mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap tempat latihan di Cibubur yang direkomendasikan oleh Kemenpora. “Kami sudah mendapatkan tawaran dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk berlatih di Cibubur. Lokasi di Cibubur itu ada kelebihan dan kekurangannya karena kami juga harus berbagi tempat latihan untuk atlet-atlet disiplin sanda dengan teman-teman cabang taekwondo,” kata Ngatino di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (2/3/2018).
Sementara, lokasi latihan atlet wushu nasional di Simprug diklaim memiliki tempat penginapan yang lebih baik dibanding tempat latihan di di GOR POPKI Cibubur. Dengan demikian, pemindahan lokasi latihan dikhawatirkan akan mempengaruhi psikologis atlet.
“Kami ada rapat dengan Menpora pada hari ini dan hal itu juga telah kami bahas. Kami juga tidak terkendala untuk tempat latihan, apalagi di Simprug hanya ada kami yang berlatih di sana sehingga kami mudah untuk memantau perkembangan atlet,” kata Ngatino.
Ngatino mengatakan alasan lain yang menjadi pertimbangan untuk tidak memindah lokasi latihan adalah agenda pemusatan latihan di April. Dijadwalkan untuk atlet nomor akan berlatih di Hong Kong. Atlet nomor Sanda akan berlatih di Iran. Dan semua atlet dijadwalkan akan berlatih di China pada pertengahan Mei.
Indonesia membidik satu medali emas pada cabang wushu Asian Games dari 15 nomor pertandingan. “Kami menyiapkan 15 atlet yang terdiri dari delapan atlet-atlet taulo dan tujuh atlet-atlet sanda,” jelas Ngatino.
Optimisme tim wushu Indonesia untuk merebut setidaknya satu medali emas Asian Games, berasal dari hasil kejuaraan wushu disiplin sanda di di Moskow, Rusia, pada 16-20 Februari 2018. Tim Merah-Putih meraih tiga medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
“Kami belum dapat melihat gambaran lebih detail karena Iran tidak ikut dalam kejuaraan di Rusia. Tapi, atlet-atlet kami bertemu dengan pemain China, baik yang meraih medali emas ataupun meraih medali perak di Rusia. Itu alasan kami memilih China sebagai lokasi latihan,” pungkasnya. (Ant)