Nelayan Ketapang Mulai Gunakan Konverter Kit Berbahan Gas Elpiji

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah nelayan di pesisir pantai timur kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan mulai memanfaatkan gas tabung elpiji (LPG) sebagai bahan penggerak motor.

Nurman (30) salah satu nelayan mengatakan keuntungan bahan bakar elpiji, selain efesien dan praktis bahan bakar elpiji lebih mudah dibawa.

“Sejumlah nelayan sudah menggunakan dan mulai ditiru oleh nelayan lain,”terang Nurman salah satu nelayan pemilik perahu ketinting di perairan desa Tridarmayoga kecamatan Ketapang saat ditemui Cendana News, Rabu (6/3/2018).

Disebutkan, Konverter kit (Konkit) yang dipergunakan merupakan bantuan pemerintah melalui Ditjen Migas bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Bantuan diserahkan kepada sejumlah nelayan dan sebagian lainnya membeli secara mandiri.

Energi alternatif tersebut diakuinya cukup murah, bersih, aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bensin. Harga Rp22.000 per tabung digunakan untuk dua hari melaut dan satu tabung khusus dipergunakan untuk penerangan atau mengobor cumi cumi.

Disebutkan, saat penggunaan BBM premium, dalam sekali melaut ia mengeluarkan sekitar Rp80.000. Sedangkan jika menggunakan konverter kit dua tabung cukup mengeluarkan Rp44.000.

“Bahan bakar elpiji hanya dipergunakan saat berangkat dan pulang sementara saat di perairan hanya untuk penerangan terutama musim cumi,”beber Nurman.

Keberadaan konverter kit yang tidak mencemari lingkungan tersebut diakui Nurman bahkan ikut membantu nelayan budidaya rumput laut dan kerang hijau. Penggunaan bahan bakar bensin dan solar juga membuat nelayan budidaya tidak terimbas pencemaran.

Nelayan Ketapang
Nurman, salah satu nelayan tradisional memanfaatkan konverter kit berbahan bakar gas elpiji [Foto: Henk Widi]
Nelayan lain, Hasan (36) menyebutkan, ia masih mempergunakan mesin diesel untuk melaut. Ia belum memperoleh mesin konverter kit karena tidak masuk dalam anggota kelompok nelayan. Meski demikian ia mengaku akan membeli konverter kit dengan memesan ke toko penyedia alat tersebut.

“Setelah melihat proses penggunaan yang mudah dan harga bahan bakar lebih murah saya berencana menggunakan bahan bakar gas menunggu alat datang,” terang Hasan.

Kondisi perairan yang cukup bersahabat diakui Hasan membuat sejumlah nelayan mulai melakukan perburuan ikan sembilang pada siang hari. Sementara pada malam hari sebagian besar nelayan melakukan penangkapan cumi cumi memanfaatkan lampu berbahan bakar gas elpiji. Sebagian nelayan yang masih belum memiliki mesin konverter memanfaatkan genset untuk mesin penggerak dan sekaligus penerang proses mencari ikan.

Lihat juga...