Kasad: Tentara Lahir karena Rakyat
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Kepala Staf Jenderal TNI Mulyono, membuka acara bakti sosial di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (1/3/2018), ditandai pemukulan gong.
Bakti sosial ini dalam rangka memperingati HUT ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), sekaligus HUT ke-54 Dharwa Pertiwi.
Dalam sambutannya, Mulyono mengatakan, kegiatan Persit selalu mengacu pada kepentingan rakyat dan prajurit dalam hal bidang kesehatan, pendidikan serta pengembangan potensi diri.
“Tentara itu lahir karena rakyat. Jadi, sebenarnya yang berjuang itu rakyat bukan tentara. Rakyat yang membesarkan negara ini,” kata Mulyono.
Rakyat, lanjut dia, berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan, setelah merdeka, ada sebagian rakyat yang menjadi tentara. Maka itu, sebagai prajurit harus peduli dengan rakyat.
“Sudah kewajiban kami memberikan kenyamanan dan kesejahteraan pada rakyat dan prajurit. TNI akan senantiasa bersama rakyat,” ungkap Mulyono.
Dengan dilandasi keimanan dan ketakwaan, Persit bertekad untuk pembinaan potensi diri, kesehatan, pendidikan, kreativitas keluarga dan kepedulian pada masyarakat.
Menurutnya, keimanan dan ketakwaan itu artinya mengandung ketulusan dan keiklasan dengan apa yang dilakukan, salah satunya bakti sosial ini. “Jadi, bakti sosial ini kita persembahkan karena Allah SWT. Sasarannya, rakyat, prajurit, keluarga prajurit, dan sesepuh yang tak lain adalah para veteran,” tegas Mulyono.
Dijelaskan dia, kepedulian Persit dalam kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kepada personel TNI AD, baik militer maupun PNS beserta keluarga. Tentunya, dalam kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar.
Bakti sosial HUT Persit Kartini Chandra Kirana ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai 1 Maret 2018. Untuk kegiatan di Jakarta dipusatkan di Markas Komando Pasukan Khusus (Makopassus).
Mulyono menegaskan, bakti sosial ini juga merupakan perwujudan salah satu program prioritas 100 hari Panglima TNI yang harus dicapai pada awal tahun 2018. Yaitu, peningkatan kesejahteraan prajurit TNI AD dan keluarganya.
Mulyono berharap, setiap kegiatan program Persit selalu berdampak untuk membangun kesejahteraan rakyat dan prajurit.