Indonesia Kirim Tiga Tim ke Kejuaraan Ultimate Frisbee
JAKARTA – Indonesia mengirimkan tiga tim di Kejuaraan Internasional Ultimate Nusantara Cup 2018 yang digelar di Seminyak, Bali. Kompetisi olahraga lempar-tangkap piringan atau ultimate frisbee tersebut akan digelar pada 30-31 Maret 2018.
Pengurus Perhimpunan olahraga ultimate frisbee Indonesia Discindo Florence Armein mengatakan, tiga tim yang dikirim tersebut berasal dari Jakarta dan Bali. “Untuk turnamen tersebut kami merekrut tiga tim yaitu satu tim dari Bali sementara sisanya dari Jakarta,” kata Florence di Jakarta, Sabtu (17/3/2018).
Materi pemain ketiga tim tersebut merupakan campuran pemain lokal Indonesia dan para ekspatriat. Tidak seperti tim Bali, komposisi pemain Indonesia dua tim dari Jakarta lebih banyak berisi pemain lokal dibandingkan ekspatriat. “Jumlah pemain Indonesia di tim Jakarta lebih banyak karena kami sudah membangunnya sejak dua tahun lalu,” tutur Florence.
Nantinya kompetis di Bali tersebut untuk pertama kalinya sejak digelar di 2000 lalu, Nusantara Cup diikuti 10 tim dari luar negeri termasuk China, Singapura dan Australia. Kendati demikian, kejuaraan ini tidak diakui oleh organisasi penaung olahraga ultimate dunia World Flying Disc Federation (WFDF).
Kondisi tersebut dikarenakan Indonesia belum memiliki organisasi ultimate yang diakui secara resmi baik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Indonesia juga belum memiliki Tim Nasional olahraga ultimate frisbee. Akan tetapi, tim Indonesia yang bernama Garudas yang berisi campuran pemain lokal dan ekspatriat pernah mewakili Indonesia di AOUGCC (Asia Oceanic Ultimate and Guts Club Championships) 2017 yang digelar di Manila, Filipina.
“Jadi kalau kami ingin bertanding di luar negeri, harus merekrut pemain ultimate yang ada di Indonesia dan itu 80 persennya bukan orang Indonesia melainkan orang asing. Aturan WFDF sendiri memperbolehkan hal itu,” ujar Florence.
Ultimate sendiri merupakan olahraga permainan yang berasal dari Amerika Serikat dan secara resmi berada di bawah naungan World Flying Disc Federation (WFDF). Pada 2015, cabang olahraga ini diakui oleh Komite Olimpiade Internasional yang membuatnya dapat dipertandingkan di Olimpiade.
Olahraga tujuh lawan tujuh ini masuk ke Indonesia pada medio 1990-an, dibawa oleh para ekspatriat terutama yang berasal dari AS. Tujuh tahun kemudian, para ekspatriat serta beberapa pencinta ultimate Indonesia membentuk Discindo.
Adapun kata frisbee dalam ultimate frisbee merujuk pada piringan yang digunakan dalam ultimate. Menurut pelatih ultimate asal Inggris sekaligus pengurus Discindo Chris Bristow, frisbee tidak digunakan dalam kompetisi ultimate resmi WFDF karena itu merujuk pada merek piringan produksi salah satu perusahaan. (Ant)