Banjir Rusak Jembatan dan Pipa PDAM di Aceh Selatan

Ilustrasi banjir-Foto: Dokumentasi CDN.

TAPAK TUAN — Sedikitnya 40 unit rumah penduduk termasuk Masjid Nurul Huda digampong setempat terendam banjir setinggi 50-60 Cm.

Husin melaporkan kejadian banjir akibat meluapnya air sungai dimulai pada Kamis sekitar pukul 20.00 WIB.

Puluhan warga yang rumahnya terendam banjir setinggi 50-60 Cm terpaksa harus memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.

“Warga tetap bertahan di rumahnya masing-masing, namun barang-barang dalam rumah terpaksa harus dipindahkan ke tempat lebih tinggi,” ujarnya.

“Kami mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan segera menurunkan alat berat beko untuk melakukan normalisasi aliran sungai yang sudah sangat dangkal tersebut. Sebab jika sewaktu-waktu wilayah ini kembali diguyur hujan lebat, air sungai dipastikan akan kembali meluap sehingga kembali menerjang pemukiman warga,” pintanya.

Ismail, warga Gampong Ladang Rimba menambahkan, di tempat tinggalnya banjir setinggi 40 Cm selain merendam pemukiman penduduk juga merendam badan jalan negara lintasan nasional Tapaktuan (Aceh Selatan)-Medan (Sumut). Akibatnya, arus transportasi dari ke dua arah pada Kamis malam menjadi terganggu.

“Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati saat melewati badan jalan Gampong Ladang Rimba karena badan jalan sudah terendam banjir setinggi mencapai 40 Cm,” ujarnya.

Husin dan Ismail juga melaporkan, saat ini puluhan warga dibantu anggota Polri/TNI dan BPBD Aceh Selatan sedang memfokuskan pembersihan sedimen lumpur yang merendam masjid Nurul Huda Gampong Krueng Bate. Dan sebagian warga lainnya juga membantu pembersihan lumpur di rumah-rumah penduduk.

“Sejak pagi tadi, puluhan warga dibantu petugas terkait sedang memfokuskan pembersihan lumpur di Masjid Nurul Huda karena berhubung hari ini Jumat, diusahakan masyarakat dapat melaksanakan ibadah Salat Jumat di masjid tersebut,” kata Husin.

Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengatakan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur di Masjid Nurul Huda dan rumah-rumah penduduk, pihaknya telah mengerahkan petugas dan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi tersebut.

“Untuk hari ini sudah disusun kegiatan pembersihan, kaji cepat dan penanganan segera dengan melibatkan stakeholder terkait. Sampai saat ini, petugas kami bersama TNI/Polri bersama masyarakat sedang melaksanakan pembersihan lumpur di rumah-rumah warga dan masjid,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan putusnya pasokan air bersih ke rumah-rumah penduduk akibat jaringan pipa PDAM hancur diterjang banjir, menurut Cut Syazalisma pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Naga Tapaktuan supaya dapat melakukan proses penanganan segera di lapangan.

“Persoalan itu sedang diinput data di lapangan sekaligus langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM agar dapat segera melakukan penanganan. Karena persoalan air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus ditangani segera,” tegasnya.

Sejauh ini, Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, Cut Maisarah belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi ke nomor ponselnya tidak diangkat dan pesan singkat dikirim via whatsapp (WA) juga tidak dibalas (Ant).

Lihat juga...