Bangun Budaya Keamanan Siber, Perhatikan Prinsip Penyampaian Informasi
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Membangun budaya keamanan siber dan informasi perlu dilakukan kalangan jurnalis dengan memperhatikan prinsip-prinsip keamanan dalam berbagi kepada masyarakat.
Senior Information Security Consultant Xecure IT, Gildas Deogrant Lumy menerangkan, diperlukan pola pikir dan perilaku dalam menulis di era sekarang (now) dalam memehami penyebaran informasi.
“Disini rule-nya kita dalam era dalam jaman now. Ada tiga filter konsep Socrates sebelum berbagi informasi yakni, benarkah, apakah baik dan apakah berguna. Utamakan perdamaian, persahabatan dan persaudaraan,” terangnya dalam diskusi Pertamina Hulu Mahakam dengan wartawan Kaltim di Balikpapan (15/3/2018).
Menurutnya, sangat sedikit orang yang paham dirinya adalah informasi sehingga dia mengumbar kepada publik di dunia maya.
“Kalau mau aman kita terapkan konsep kehidupan nyata ke dunia maya,” celetuknya.
Sementara itu, Direktur eksekutif Lembaga pers Dr Soetomo (LPDS) Hendrayana dalam diskusi dengan tema Aturan hukum pidana dan UU ITE terkait pemberitaan dan Kode etik Jurnalistik juga memberikan berbagai hal yang dapat menjadi bekal jurnalis agar tidak terjerat dengan hukum.
“Beberapa yang harus dihindari agar tidak terjerat hukum dalam penulisan berita. Berita tentunya harus seimbang, sumber berita harus kredibel, dan menghindari pencampuradukan opini dan fakta,” bebernya.
Bahkan apabila terjadi kekeliruan dalam penulisan, pihaknya menegaskan untuk segera melakukan ralat karena sangat membantu dalam penulisan berita.
“Segera lakukan ralat, apabila terjadi kekeliruan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Media Relation Pertamina Hulu Mahakam Kristanto Hartadi mengatakan diskusi bersama wartawan di Kaltim bagian dari program capacity building dari PHM.
“Berbagi pengetahuan tentang bagaimana penulisan dan kode etik bagi jurnalis menjadi hal yang penting. Dalam diskusi ini terdapat dua tema yang menarik yang dapat diulas dan sharing bersama,” imbuhnya kepada media.