ASN Lebak Diminta Tidak Gunakan Elpiji Bersubsidi

Gas bersubsidi, ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebak diminta tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi. Hal itu dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas bersubsidi di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Saepudin mengatakan, stok elpiji kerapkali mengalami kelangkaan akibat orang kaya dan ASN menggunakan bahan bakar bersubsidi itu. “Kami minta para ASN bisa beralih ke gas elpiji nonsubsidi untuk membantu masyarakat miskin,” tandasnya.

Saat ini, kuota elpiji bersubsidi yang beredar di Kabupaten Lebak mencapai enam juta tabung atau setara 18 metrik ton. Sementara jika melihat jumlah penduduk kebutuhan masyarakat akan gas bersubsidi sebanyak tujuh juta tabung gas. Untuk itu diharapkan Pertamina dapat menambah kuota elpiji bersubsidi. “Kita memiliki kuota gas elpiji bersubsidi sebanyak enam juta dan belum mencukupi untuk kebutuhan warga miskin,” tambahnya.

Pemerintah disebutnya, menyediakan gas elpiji berukuran tiga kilogram untuk masyarakat kategori rumah tangga miskin. Hanya masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak membeli gas elpiji bersubsidi melalui agen maupun pengecer. Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) elpiji bersubsidi di pasaran Rp16.000 pertabung.

Sementara gas elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg harga ecerannya sebesar Rp70.000 pertabung. Karena itu, para pegawai ASN maupun orang kaya tidak diperbolehkan membeli bahan bakar bersubsidi. “Kami sudah menyampaikan imbauan seluruh pegawai ASN agar tidak membeli elpiji berukuran tiga kilogram,” tegasnya.

Menurut dia, pegawai ASN dan masyarakat yang mampu secara ekonomi sebaiknya memiliki kesadaran agar tidak menggunakan elpiji untuk orang miskin. Mereka diharapkan memiliki budaya malu di tengah masyarakat agar tidak membeli gas bersubsidi.

Apabila mereka membeli gas bersubsidi berarti mengambil hak masyarakat miskin. “Kami berharap ASN dan orang kaya membeli bahan bakar nonsubsidi dengan ukuran 5,5 kg dengan harga Rp70.000 pertabung,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...