38 Warga di Perbatasan Dambakan Rumah Layak Huni

Ilustrasi -Dok: CDN

PONTIANAK – Sebanyak 38 warga di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan Sarawak di Malaysia tepatnya di Desa Tawang mendambakan rumah layak huni lantaran saat ini rumah warga tersebut tersebut berdinding bambu dan beratap daun.

“Ada 38 unit rumah warga kami memang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Rumahnya berdinding bambu, beratap daun dan berlantai kayu serta banyak yang sudah usang” ujar Kepala Desa Tawang, Penhius, saat dihubungi di Bengkayang, Sabtu.

“Kami berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan kepada warga Desa Tawang yang kurang mampu itu agar memiliki kehidupan yang lebih layak,” harpanya.

Ia menjelaskan, rumah warga tersebut dianggap tidak layak, tidak terlepas dari kondisi tingkat kesejahteran masyarakat setempat yaitu tingkat ekonominya masih rendah.

“Apalagi untuk membangun rumah di sini di daerah perbatasan sangat mahal karena bahan-bahan bangunan seperti semen harganya sangat tinggi,” papar dia.

Di desa yang ia pimpin tersebut, saat ini memiliki warga berjumlah 178 kepala keluarga.

“Kami memiliki dua dusun dan lima rukun tetangga,” papar dia. (Ant)

Lihat juga...