Tarif KA Minangkabau Ekspres-BIM Dipastikan di Atas Tarif Damri

Editor: Koko Triarko

PADANG — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Amran, mengatakan, tarif kereta api Minangkabau Ekspres – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) belum ditetapkan. Namun, diperkirakan tarifnya tidak akan lebih rendah dari tarif angkutan Damri yang memiliki tujuan yang sama.

Ia menyebutkan perkiraan tarif KA Minangkabau Ekspres dengan jarak tempuh 23 kilometer yang dimulai dari Stasiun Simpang Haru menuju BIM diperkirakan berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu.

Besaran perkiraan tarif tersebut dimaksudkan agar tidak mengancam angkutan Damri yang memiliki tarif angkutan di bawah Rp25 ribu. Sebab, dengan hadirnya angkutan KA ini, memberikan alternatif untuk masyarakat yang menggunakan jasa transportasi umum.

“Jadi, kita perkirakan tarif KA Minangkabau di atas tarif angkutan Damri,” katanya, Jumat (23/2/2018).

Dishub juga berencana akan memberikan tarif KA Minangkabau Ekspres dengan cara subsidi. Jumlah yang diperkirakan itu, disebutnya masih belum disubsidi.

Menurutnya, perkiraan waktu jika masyarakat menggunakan angkutan KA Minangkabau Ekspres untuk pergi ke BIM akan membutuhkan waktu sekira 35 menit, dengan hitungan adanya menaikkan penumpang di dua Stasiun Tabing dan Stasiun Duku.

Selain itu, dengan memiliki empat gerbong KA Minangkabau, diperkirakan jadwal operasionalnya dalam sehari 10 kali. Lima kali untuk operasional Stasiun Simpang Haru – BIM, dan lima kali operasional BIM – Stasiun Simpang Haru.

Kecepatan KA Minangkabau Ekspres ini minimalnya mencapai 60 kilometer per jam. Maka, dengan jarak tempuh sepanjang 23 kilometer, memakan waktu perjalanan selama 35 menit.

“Tapi, untuk kepastian berapa waktu tempuh dan tarif resminya akan diketahui setelah ujicoba dilakukan, dan diperoleh kesepakatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga di Kota Padang, Ishaq, mengatakan, jika tarif KA Minangkabau Ekspres itu di atas Rp25.000 masih tergolong wajar. Sebab, jika dibandingkan dengan tarif KA di Pulau Jawa, bisa mencapai angka di atas Rp50.000 per orang.

“Tentunya kami sangat menyambut baik adanya angkutan KA dari Padang ke BIM, karena mampu lebih cepat  ketimbang naik bus,” sebutnya.

Humas PT. KAI Divre Sumbar, Zainir, menambahkan saat ini lokomotif KA Minangkabau Ekspres telah tiba di Padang, dan telah sampai ke Stasiun Simpang Haru Padang.

Langkah selanjutnya, akan dilakukan uji coba mesin, rel, dan lainnya hingga ke kawasan BIM, agar disaat dioperasionalkan dan memberikan rasa aman kepada penumpang.

Lihat juga...