Produksi Kopi Khas Sampit Mulai Menggeliat
SAMPIT – Produksi kopi khas Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai menggeliat. Keberadaannya semakin dikenalnya hingga ke luar daerah.
Camat Pulau Hanaut, Sampit H Eddy Mashami mengatakan, warganya sudah lama mengembangkan kopi. Saat ini hasil produksinya mulai dipasarkan. “Masyarakat berharap pemasarannya lebih meningkat,” kata Eddy di Sampit, Senin (26/2/2018).
Pengembangan kopi Sampit berlangsung di sejumlah kecamatan seperti Pulau Hanaut, Bamang dan Seranau. Namun saat ini produksi terbesar ada di Pulau Hanaut. Di daerah tersebut budidaya kopi sudah berlangsung secara turun temurun.
Hasil pendataan terakhir, saat ini ada sekitar 33 hektare kebun kopi yang ada di kecamatannya. Keberadaanya tersebar di 11 desa. Produksinya tahun lalu masih terbatas sekitar 1.530 biji kopi kering. Pengembangan kopi saat ini masih dilakukan secara perorangan oleh petani setempat. Pengelolaannya juga masih sederhana karena petani mengandalkan pengetahuan yang didapat secara otodidak.
Masyarakat disebutnya, cukup bersemangat mengembangkan perkebunan kopi karena permintaan terus meningkat. Masih ada sekitar 50 hektare lahan di Pulau Hanaut yang berpotensi dikembangkan untuk dijadikan sebagai kebun kopi.
“Masyarakat sangat membutuhkan pembinaan dan bimbingan supaya komoditas ini bisa lebih berkembang sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Eddy.
Petani kopi di wilayah tersebut kini bersyukur dengan telah terbentuknya Aliansi Penggerak Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (API UMKM) Kabupaten Kotawaringin Timur. Organisasi tersebut gencar membantu membina dan memfasilitasi petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan produk kopi.
API UMKM memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka dalam berbagai kegiatan. Kopi Sampit adalah salah satu produk yang dipasarkan dan banyak diminati masyarakat. “Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa Kotawaringin Timur juga penghasil kopi. Rasa kopi Sampit sangat enak. Setelah mencoba, banyak yang suka,” kata Salah satu pengurus API UMKM Kotawaringin Timur Rahmat.
Kopi Sampit yang kini mulai dipasarkan dalam bentuk kemasan yang cukup bagus adalah kopi Sampit asal Desa Bapinang. Rasanya juga dibuat dalam beberapa varian, di antaranya kopi jahe sehingga masyarakat bisa memilih sesuai selera. (Ant)