Petani di Madiun Panen Awal Akibat Banjir

Ilustrasi sawah terendam banjir - Dok. CDN

MADIUN — Sejumlah petani di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terpaksa memanen padi lebih awal akibat luapan anak Sungai Bengawan Madiun dan curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir.

Petani desa setempat, Purwanto, Sabtu mengatakan, umur padinya sudah mencapai 85 hari, namun terpaksa dipanen lebih awal karena tidak ingin merugi lebih banyak.

“Normalnya, tanaman padi biasa dipanen pada usia 90 hari. Daripada rusak terkena banjir lebih baik dipanen lebih awal,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, selain terendam air akibat luapan anak Sungai Bengawan Madiun, tanaman padinya juga rusak akibat terkena hujan deras dan angin.

Curah hujan yang tinggi telah membuat sebagian besar tanaman padi yang sebentar lagi siap panen, ambruk dan tidak bisa berbulir penuh.

Hal yang sama diungkapkan petani lain, Parjan. Buruh tani itu mengaku terpaksa memanen padi meski tanamannya belum menguning dan belum seluruhnya berbulir.

“Cuacanya seperti ini, hujan terus sehari-hari. Takutnya malah gagal panen, kalau tidak cepat-cepat dipanen,” katanya.

Diperkirakan hasil panennya akan menurun sekitar 30 persen dari kondisi normal, akibat tanaman padinya tergenang luapan air sungai dan terkena hujan.

Seperti diketahui, hujan deras selama lebih dari tiga jam terjadi di wilayah Madiun dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir. Akibat curah hujan yang tinggi tersebut, anak sungai Bengawan Madiun meluap menggenangi jalan, sawah, dan sejumlah rumah warga.

Beruntung, air yang merendam di rumah warga dalam waktu beberapa jam telah surut, namun di area persawahan masih menggenang.[ant]

Lihat juga...