Perpuseru Krakatau Lamsel Dilengkapi Internet Gratis
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Keberadaan perpustakaan, menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung masyarakat yang akan belajar dan membaca buku, sekaligus membudayakan minat masyarakat akan literasi.
Menurut Eka Riantinawati, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Perpustakaan Seru (Perpuseru) Krakatau merupakan salah satu fasilitas perpustakaan yang ada di lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda.
Dilengkapi fasilitas meja baca, rak buku, lokasi nyaman untuk membaca buku lengkap dengan fasilitas internet membuat Perpuseru Krakatau yang diresmikan pada Juni 2017 tersebut kerap menjadi rujukan dalam mencari informasi.
Eka Riantinawati mengatakan, Perpuseru Krakatau memiliki fasilitas komputer sebanyak 34 unit bantuan dari corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Lampung Selatan.
“Dukungan sejumlah perusahaan yang ada di Lampung Selatan diperlihatkan dengan memberikan fasilitas komputer yang bisa dipergunakan untuk mengakses informasi melalui internet,” terang Eka Riantinawati, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (9/2/2018).
Berdasarkan data, lanjutnya, hingga awal 2018 ini selain di Perpuseru Krakatau, sejumlah komputer juga didistribusikan ke perpustakaan desa di Lampung Selatan. Total komputer bantuan CSR dari sejumlah perusahaan mencapai 263 unit dan sudah didistribusikan ke 67 perpustakaan desa dan 16 kecamatan di Lampung Selatan, dengan pola pemanfaatan untuk pembelajaran.

“Kendaraan perpustakaan keliling dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah yang sulit mengakses buku bacaan terutama sekolah dasar sekaligus mengembangkan dunia literasi,” beber Eka Riantinawati.
Selain koleksi buku-buku sesuai perkembangan teknologi informasi melalui internet, terobosan juga dilakukan dengan memberi kemudahan pengunjung Perpuseru Krakatau.
Perpuseru Krakatau sejak akhir 2017 sudah mempergunakan pencatatan kunjungan ke perpustakaan dengan aplikasi kunang-kunang, terutama bagi pengunjung pengakses internet gratis di perpustakaan tersebut.
Pengunjung di Perpuseru Krakatau, kata Eka Riantinawati, dibedakan menjadi dua jenis, yakni anggota dan tamu.
Sebagai anggota Perpuseru Krakatau, salah satu keistimewaan yang diberikan selain bisa membaca buku, meminjam buku juga bisa mengakses internet gratis selama tiga jam, sementara bagi tamu tetap bisa mengakses internet meski terbatas satu jam dengan kecepatan 72 Mbps.
“Akses internet bisa dilakukan mempergunakan kata sandi nomor telepon bagi tamu, dan bagi anggota bisa diakses menggunakan nomor anggota,” terang Eka Riantinawati.
Kemudahan dalam teknologi informasi di Perpuseru Krakatau, lanjut Eka Riantinawati, dilakukan dengan penggunaan aplikasi kunang-kunang. Aplikasi ini sekaligus sebagai pencatat jumlah pengunjung perpustakaan pengakses internet baik melalui telepon pintar maupun laptop.
Dijelaskannya, aplikasi tersebut bisa mendeteksi pengguna internet perpustakaan harian, bulanan, bahkan tahunan. Aplikasi kunang-kunang sekaligus memudahkan pendataan data yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan kertas, meski rentan tercecer dan hilang.
Selain fasilitas komputer, internet dan koleksi buku di Perpuseru Krakatau di lantai bawah Masjid Agung Kubah Intan, Eka Riantinawati juga mendorong setiap desa memiliki perpustakaan.
Beberapa kecamatan di Kabupaten Lamsel yang telah menganggarkan dana desa untuk pengembangan perpustakaan berupa gedung di Kecamatan Candipuro, Ketapang, Jati Agung, Tanjungbintang Rajabasa, Natar.
“Melalui musyawarah, rencana pembangunan kecamatan sejumlah desa memiliki anggaran untuk perpustakaan desa,“ terang Eka Riantinawati.
Setiyo Untoro, selaku program koordinator Perpuseru Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI), mendukung perpustakaan daerah di Indonesia dalam pengembangan perpustakaan. Selain memberikan bantuan fasilitas komputer dalam pengembangan Perpuseru di sejumlah desa, CCFI juga memberikan dukungan berupa pelatihan bagi petugas perpustakaan.
“Keberadaan Perpuseru di setiap desa dengan pengelola yang kreatif akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar bagi masyarakat,”beber Setiyo Untoro.
Ia berharap, dengan adanya Perpuseru di kabupaten dan setiap desa bisa menjadi sarana belajar dan memberi dampak luas di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan serta bidang lain.
Keberadaan perpustakaan yang didukung oleh pemerintah daerah sekaligus pegiat literasi, juga akan semakin menumbuhkan minat baca masyarakat dalam membaca buku, dan lebih melek teknologi informasi melalui internet.