Penjaga Perbatasan Turki Tembaki Pengungsi

Ilustrasi wilayah Turki-Foto: Dokumentasi CDN

ISTANBUL – Penjaga berbatasan Turki dengan Suriah menembaki para pengungsi dan pencari suara tanpa pandang bulu, Sabtu (3/2/2018). Human Rights Watch (HRW) menyebut, mereka yang ditembaki sedang berusaha mencari suaka dengan menyeberang ke Turki.

Juru bicara presiden Turki mengatakan, sangat tidak mungkin tentara Turki menembak pengungsi perang Suriah. Kendati demikian, pemerintah disebutnya akan meninjau laporan tersebut. Turki menampung 3,5 juta pengungsi perang Suriah sejak 2011.

HRW  yang berkantor di New York mengatakan, warga Suriah melarikan diri dari kekerasan, yang meningkat, di provinsi barat laut, Idlib. Mereka mencari perlindungan di dekat perbatasan Turki yang tetap ditutup untuk semua kecuali yang sakit parah.

Angkatan bersenjata Suriah bergerak lebih ke dalam ke provinsi yang dikuasai pemberontak dalam beberapa bulan belakangan. Sementara Turki pada bulan lalu melancarkan serangan di wilayah Afrin untuk membidik petempur Kurdi YPG. “Warga Suriah yang melarikan diri ke perbatasan Turki untuk mencari keselamatan dan suaka dipaksa kembali dengan peluru dan pelecehan,” kata Wakil Direktur Timur Tengah Human Rights Watch Lama Fakih.

Ketika ditanya tentang pernyataan HRW, juru bicara Presiden Tayyip Erdogan mengatakan, tentara Turki ada di lokasi untuk melindungi para pengungsi. Dan Ankara telah memiliki kebijakan pintu terbuka sejak awal perang sipil Suriah pada 2011 lalu.

“Kami pasti akan meninjaunya. Sangat tidak mungkin tentara kami menembak orangKami tidak pernah bertanya kepada siapapun apakah mereka orang Kurdi atau Arab atau Muslim atau Kristen, dari daerah ini atau daerah itu. Saya tidak tahu apakah ini insiden yang terisolasi atau tidak,” kata Ibrahim Kalin.

Mengutip data PBB, HRW menyebut, ada 247.000 orang Suriah mengungsi ke daerah perbatasan antara 15 Desember dan 15 Januari 2018. Gelombang pengungsian terjadi karena pertempuran di Idlib dan Afrin. Ribuan orang mengungsi. “Sejumlah warga Suriah, yang terjebak di sepanjang perbatasan dan bersedia untuk mengambil risiko guna mencapai Turki sepertinya akan meningkat,” kata Fakih.

Tiga belas dari 16 pengungsi Suriah berbicara kepada HRW dengan menuduh penjaga perbatasan Turki telah menembak ke arah mereka para pencari suaka. Penembakan dilakukan disaat mereka mencoba untuk menyeberang . Tercatat serangan tersebut menyebabkan 10 orang tewas, termasuk satu anak, dan melukai beberapa lagi.

Turki telah menerima lebih banyak pengungsi Suriah daripada negara lain. Mereka memberikan banyak status perlindungan sementara dan memberi mereka layanan dasar, termasuk perawatan medis dan pendidikan. “Namun, kemurahan hati Turki untuk menampung sejumlah besar orang Suriah tidak membebaskan tanggung jawabnya untuk membantu mereka mencari perlindungan di perbatasannya,” kata pernyataan HRW.

Dikatakannya, pemerintah Erdogan harus mengeluarkan perintah untuk penjaga perbatasan di semua persimpangan bahwa kekuatan mematikan tidak boleh digunakan terhadap pencari suaka dan bahwa pencari suaka tidak boleh dianiaya. (Ant)

Lihat juga...